Ketika harus berjilbab (Memorabilia Bersama Ayah-2)
Date: Jul 5th, 2006 3:36:54 am - Subscribe
Mood: Istiqomah
Catatan: yang baik ambil sebagai pelajaran yang buruk harap ditinggalkan

Masa apakah yang paling membahagiakan bagi setiap orang? Mm.. rata-rata orang akan menjawab Masa Remaja adalah masa dimana setiap orang merasa bahagia, disaat tubuh sedang kuat untuk melakukan apa saja, menentukan arah jati diri yang sedang dicari, mulai tertarik dengan lawan jenis, ingin terlihat menarik di depan orang lain. Well, singkatnya mengekspresikan diri menuju kebebasan.
Hal itu juga terjadi pada diriku, kongkow sama teman-teman sekolah, window shopping ke Mall (walaupun sebenarnya gak beli apa-apa), apalagi sebagai seorang cewek, mungkin fitrahnya selalu ingin mengikuti mode yang sedang in.

Masa remajaku

Ayah saya termasuk orang yang sangat keras dalam mendidik anak-anaknya, termasuk dalam hal Agama, dulu Aku ingat sekali ketika masih berumur 10 tahun dan belum mau sholat juga, Ayah memarahiku dan berkata akan menghentikan uang jajanku selama satu minggu kalau Aku tidak mau sholat, yah demi uang jajan kala itu, akhirnya Aku pun melaksanakan Sholat walaupun sambil menangis. Semakin beranjak remaja terjadi perubahan secara fisik pada diriku, di saat itu Ayah mulai memberikan arahan agar Aku menutup Aurat dengan memakai jilbab. Huaaaa…! Mendengarnya saja sudah membuat aku phobia apalagi mengenakannya, Dasar Keras Kepala. Walaupun Aku setuju dengan perintahnya untuk mengenakan busana muslimah ke sekolah dan bepergian, tapi kalau main ke tetangga atau ke rumah teman terdekat, yah biasa saja. Rupanya kelakuanku terlihat juga oleh beliau, tapi kali ini beliau punya jurus Ampuh, ketika aku keluar rumah tanpa jilbab beliau langsung memanggil dan mengajakku jalan-jalan, Wow! Ajaib biasanya kalau Aku disuruh pulang ke rumah itu tandanya aku pasti diomeli lagi, tapi kali ini malah diajak ke Toko Busana Muslimah di Mall, rupanya Ayah mengajakku untuk membelikan baju muslimah untukku, senang sekaligus heran terhadap kelakuan Ayah, Pasti ada udang di balik bakwan kataku dalam hati dan ternyata Ayah memang sudah menyiapkan sejuta rencana, begitu aku lulus SD aku akan dimasukkan ke ‘Kandang Macan’ ini sebutan khusus bagiku untuk istilah pondok Pesantren. Rencana Ayah untuk memasukkan ku Ke PonPes di luar kota tidak berjalan mulus, karena begitu pengumuman kelulusan tiba, Aku nekat pergi sendiri mendaftar ke SMP Umum Favorit di Bilangan Jatinegara, pulang pendaftaran Aku langsung menyerahkan formulir dan perjanjian Siswa baru ke Ayahku sambil mengatakan bahwa Aku sudah diterima di sekolah tersebut, Ayah terkejut begitu mendengar hasilnya. Aku tersenyum penuh kemenangan.

Hingga hidayah itu datang……
Dibalik setiap kejadian pasti selalu ada hikmah, dan Aku yakin bahwa ini merupakan Program skenario Allah, aku diperbolehkan masuk SMP umum oleh Ayah tapi dengan satu syarat HARUS TETAP BERJILBAB. Walaupun syarat yang diajukan sangat berat buatku, tapi setidaknya aku lepas dari ‘Kandang Macan’, mulailah di SMP tersebut aku mengikuti berbagai macam kegiatan organisasi, mulai dari OSIS, Paduan Suara, PMR dan juga Organisasi ROHIS di sekolahku. Di saat itulah hidayah itu datang, seiring dengan intensitas ku mengikuti acara-acara ROHIS, ada seorang Kakak Alumni Ikhwan yang sangat menarik perhatianku (maklum cinta monyet), aku berusaha keras agar mendapat perhatiannya, tapi ia membalas dengan memberikan tausiah dan nasehat-nasehatnya, terutama tentang Hijab,. Karena Aku berjilbab di sekolah, dia sering menjadikan aku contoh di depan teman-temanku yang lain, sebagai contoh Muslimah pelajar (Hiks! Jadi malu deh) padahal aku belum se-kaafah yang dia kira, dari kejadian itu aku lantas merenung dan berpikir, hingga suatu hari dia memberikan sebuah artikel yang berjudul “menjadi Muslimah kaafah”, dalam artikel tersebut dijelaskan keutamaan seorang wanita sholehah dan ganjaran bagi wanita durhaka. Yah inilah Cinta sejati, setelah membaca artikel tersebut aku bertekad akan menutup aurat ku tidak setengah-setengah, bukan karena si dia, bukan karena desakan ayah, tapi semata-mata karena Lillahi ta’ala. Soal Ayahku? Jangan Tanya betapa senangnya beliau melihat perubahan sikapku.

Perjalanan ini penuh onak dan duri

Menjelang Ebtanas (sekitar tahun 199cool.gif Kepala Sekolah membuat kebijakan yang membuat aku jadi ‘gerah’, kebijakan klasik intinya photo STTB harus kelihatan telinga (tanggung amat Pak! Bilang aja kalau harus buka jilbab) sungguh ironi bagi negara yang katanya mengusung demokrasi, setiap hari aku dipanggil oleh Kepala Sekolah mengenai hal photo tersebut, aku stress dan jadi pemurung, bagaimana tidak, aku mendapat tekanan psikologis dari pihak sekolah, disaat sedang belajar aku dipanggil, disaat sedang ulangan dipanggil lagi. Banyak guru dan teman yang bersimpati terhadap pendirianku, namun tidak sedikit yang menyarankan agar aku menuruti kemauan pihak sekolah. Huh! Susah payah aku meraih hidayah ini, tak akan kulepas semudah itu. Pokoknya tekad ku hanya satu ‘Berjuang hingga lembar jilbab penghabisan’. Tidak tahan memendam persoalan tersebut sendirian aku laporkan permasalahan ini pada pihak yang berwajib (eit bukan kepolisian lho! Tapi yang wajib menjaga kehormatan putrinya) siapa lagi kalau bukan Ayah. Selain itu konsolidasi dengan teman-teman ROHIS dan alumni gencar aku lakukan, reaksinya sangat beragam, Ada yang mengusulkan agar melakukan demo, ada yang mendukung untuk tetap bertahan dan ada yang mengusulkan supaya dilakukan dialog diplomatis. Aku memilih yang terakhir, lebih kalem. Hari yang ditentukan tiba, ayahku, teman-teman Rohis dan perwakilan Alumni mengadakan dialog dengan pihak sekolah, dari dialog yang berjalan cukup alot itu, berakhir dengan happy ending, aku boleh memakai jilbab untuk pas photo STTB Alhamdulillah. Thank you Allah, Thank’s my Dad n Friends.

To My Dad Thanx for love n support, 4 All of My Friends keep Istiqomah, teruntuk kakak ku yang menghantarkanku ke gerbang hidayah-NYA, moga kau tetap diberikan hidayah untuk selalu di jalan-NYA.

Penulis : Ratu Karitasurya

Comments: (1)


Linux Tux Template
Free Blog Hosting Join Today
Content Copyrighted Cherry at Aeonity Blog
Comments:

anonymous - December 13th, 2007
Salam kenal

Assalamualaikum
(walaupun saya bukan ikhwan) Secara pribadi saya sangat terkesan dengan cerita anda, tetap semangat ya teh, mengutip salah satu lirik di salah satu lagu Dewa 19 "jalan kita masih panjang masih ada waktu tersisa, coba kuatkan dirimu jangan berhenti disini..."

tetep semangat keep in your faith

Mengutip lagi lagu nya Mariah Carey
"I can make it through the rain
I can stand up once again
On my own and I know
That I’m strong enough to mend
And every time I feel afraid
I hold tighter to my faith
And I live one more day
And I make it through the rain"

waalaikum salam

prihatmaka133@yahoo.com


ReCaptcha:

Posting as anonymous Anonymous guest, why not register, or login now.