Mahasiswa, Buku, dan Pulsa
Date: Jul 4th, 2006 3:36:04 am - Subscribe
Mood: Powerfull
Catatan: Bener ga ya Mahasiswa Indonesia kaya gitu?

Oleh : Ahmad Tohari

Dalam sebuah penelitian terungkap bahwa kebanyakan mahasiswa lebih mementingkan membeli pulsa HP daripada membeli buku. Fakta ini tidak mengejutkan karena masyarakat sudah tahu suasana umum kehidupan mahasiswa kita. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada kelompok minoritas mahasiswa yang serius dengan studi yang sedang mereka tempuh, kita mengerti lebih banyak mahasiswa yang itu tadi; lebih suka menikmati komunikasi dengan HP daripada membaca dan menambah koleksi bukunya. Bahkan mungkin lebih dari itu, banyak mahasiswa lebih mendahulukan rokok daripada kartu keanggotaan perpustakaan.
Memang saat ini berkomunikasi dengan HP merupakan hal yang sangat umum. HP sudah menjadi kebutuhan standar seorang mahasiswa. Kita juga tahu dalam berkomunikasi dengan HP sebagian di antaranya memang penting. Namun ketika kebutuhan akan pulsa diletakkan di atas kebutuhan akan buku, dan hal ini terjadi di kalangan mahasiswa, rasanya jadi ironis. Sebab selayaknya buku menjadi kebutuhan utama bagi siapa saja yang sedang menuntut ilmu. Tapi mengapa buku telah terdesak ke belakang oleh pulsa? Pertanyaan ini akan mengundang berbagai jawaban. Rupanya buku belum menjadi sahabat para para mahasiswa karena minat baca mereka ternyata masih rendah. Mengapa minat membaca rendah, mungkin mereka belum bercaya bahwa buku mampu mengubah secara evolutif dirinya menjadi orang kaya dalam hal ilmu dan pengetahuan. Juga dalam hal kematangan, baik kematangan intelektual maupun emosional. Bahkan menurut Mochtar Pabottinggi, peneliti utama LIPI beberapa waktu lalu, salah satu sebab ketertinggalan bangsa Indonesia adalah kegagalannya menjadikan buku sebagai sumber inovasi kehidupan. Hal ini terbukti dengan sangat nyata pada bangsa Jepang yang terkenal sangat suka membaca. Kemajuan dan kemakmurannya sulit ditandingi. Bahkan kecerdasan anak-anak Jepang menempati tingkat tertinggi di dunia.
Atau lebih celaka lagi kalau ada mahasiswa beranggapan dirinya bisa menjadi orang pandai (!) hanya dengan membaca secara terpaksa beberapa buku wajib. Namun bila para mahasiswa itu hanya menginginkan gelar sarjana, ya sudah. Mereka tidak sedikit pun celaka. Karena di seluruh wilayah negeri ini bertebaran sarjana dari berbagai jurusan dan mereka hanya membaca sedikit buku dan lebih sedikit lagi menulis. Para sarjana semacam ini diproduksi massal oleh lembaga-lembaga pendidikan gurem yang lebih mengutamakan keuntungan uang daripada mutu sarjana yang mereka hasilkan. Lembaga semacam ini sering menjadi alat bagi kalangan birokrasi yang membutuhkan tenaga asal bergelar sarjana untuk menempati posisi-posisi yang mempersyaratkan gelar, bukan kecakapan maupun keterampilan. Kembali ke masalah mahasiswa, buku dan pulsa. Fakta bahwa banyak mahasiswa lebih mengutamakan pulsa HP daripada buku tentu menjadi hal yang tidak menggembirakan. Namun sebenarnya mereka tidak bisa begitu saja dipersalahkan karena mereka adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat kita. Perilaku mereka adalah produk budaya masyarakat yang melahirkannya.
Mengapa mereka lebih suka pulsa daripada buku juga mencerminkan watak masyarakat kita yang lebih suka terhadap sesuatu yang segera bisa dinikmati daripada hal-hal yang baru membuahkan hasil di masa depan. Ya, pulsa adalah hal yang bisa langsung dinikmati sebagai sarana keasyikan berhaha-hehe, ngerumpi atau pacaran. Sedangkan buku adalah investasi budaya yang baru bisa dinikmati hasilnya kelak, bahkan membacanyapun memerlukan keseriusan yang memakan energi tidak sedikit. Maka umumnya mahasiswa lebih menyukai pulsa daripada buku, suatu hal yang merupakan duplikasi dari watak masyarakat yang melahirkan mereka.
Betapa kita seperti kurang berminat dalam hal berinvestasi kebudayaan terlihat misalnya dalam dunia pendidikan. Amanat UUD agar pendidikan dianggar 20 persen dari APBN hingga kini belum terlaksana meskipun kita sudah merdeka selama lebih dari 60 tahun. Perbukuan sebagai bagian dari amat penting dari upaya memajukan kehidupan bangsa masih begitu menyedihkan. Harganya mahal, pajaknya tinggi, kualitasnya kurang terjaga. Dan tidak seperti di negeri tetanga Malaysia misalnya, kehidupan para penulis buku di Indonesia rata-rata masih sengsara. Di Malaysia karya para penulis buku sangat dihargai oleh pemerintah. Buku-buku itu dibeli dan disebarkan ke masyarakat dengan subsidi sehingga penulisnya bisa hidup layak. Dan karena dibanjiri dengan buku-buku maka masyarakat jadi terbiasa membaca.
Entah kapan kita mampu membangun kondisi di mana buku dibaca karena dipercaya mampu mendatangkan faedah yang besar untuk kemajuan hidup. Entah kapan para mahasiswa kita menjadi pecandu buku karena percaya dengan banyak membaca mereka anak berkembang menjadi orang pandai. Kapan? Jawabnya, kalau masyarakat Indonesia sudah yakin bahwa buku ternyata sudah berhasil membimbing kemajuan dunia. Sayang keyakinan seperti itu hanya ada pada masyarakat yang mau sungguh-sungguh belajar dari sejarah. Dan sejarah kita membuktikan bahwa kita kurang suka membaca buku. Maka kita juga tidak terkejut bila ternyata para mahasiswa kita pun lebih suka pulsa daripada buku.
Comments: (0)


I Miss U my Sister, Ana hubbuki Ya Ukhti...
Date: Jul 4th, 2006 3:31:21 am - Subscribe
Mood: rindu serindu-rindunya
Catatan: Ketika aku merasa rindu dengan orang-orang yang aku kasihi………

Siang ini, tiba-tiba aku merasa kerinduan yang amat mendalam sama Kak Devy, ya Allah sekarang berapa usia kandungannya??? Allah….. aku mencintai Kak Devy karena MU ya Allah, Plis jaga Kak Devy-ku, selamatkan persalinannya nanti, lancarkan proses kelahirannya, sehatkan ia dan bayinya, Kak Devy, hafshah rindu sama Kakak, rindu sama Tausiyah dari Kakak, rindu pada semangat Juang Kakak yang tak pernah luntur, pada Militansi kakak di setiap medan Da’wah, Ya Allah jadikan lah aku seperti KaK Devy, cantik lahir dan bathin.
Ya Allah, berikanlah kami kesempatan untuk bersama-sama menyaksikan futuh sebagai buah dari perjuangan Kami, Bilakah Futuh itu masih Lama?? Sesungguhnya Engkau telah berjanji Ya Allah bahwa Pertolongan (Futuh) MU amat dekat, aku percaya dan yakin bahwa Engkau adalah Dzat yang tidak akan mengubah janji. Aku kehilangan kata2 setiap kali melukiskan perasaan ku terhadap rekan2 seperjuangan ku, hanya satu yang aku pinta jagalah mereka Ya Allah dalam Din-MU, dan yang aku tahu aku mencintai mereka semua melebihi diriku, Aku telah memposisikan mencintai orang2 mu’min setelah aku Mencintai MU, mecintai Rasul-MU, dan keluarga ku. Allah ku mohonkan pula untuk kebahagiaan Teh Uun yang akan mengharungi hidup bersama Ust. Nurul, berikan mereka kebahagiaan dunia dan akhirat, lancarkan proses munakahatnya, berikan mereka Cinta MU yang tak pernah padam…aku ingin berbahagia ketika aku bisa membuat orang lain berbahagia atau minimal turut merasakan kegembiraannya.
Aku akan mengorbankan diriku ya Robbii, demi kejayaan Hukum-MU, aku akan mengorbankan kepentingan diriku demi kepentingan Saudara-saudaraku se Aqidah.
Rancho, 14 Juni 2006

Comments: (0)


Resign again...! again-again Resign!
Date: Jun 29th, 2006 9:31:19 pm - Subscribe
Mood: Sedih tapi happy
Catatan: Pengalaman adalah Guru yang berharga

Resign lagi... resign lagi... gara2 si Komo lewat..
ups! ya memang hari ini teman ku Endrow memutuskan akan Resign dari kantor kami, setelah melewati hampir 1 tahun kebersamaan di MUC, tentunya banyak kenangan yang telah dilewati dengan semua teman2 di kantor, waktu pas Harry resign dari Kantor ku, aku sedih banget, disusul Adi mereka semua teman2 pekerjaan yang bisa menghibur dan kalau sudah ngomong, kita bisa ketawa terpingkal-pingkal karena ada aja banyolannya. anyway itu sih memang hak preoregatif setiap karyawan, ya dengan alasan, diluar ada yang lebih baik! tul Ga???... aku sendiri berpikir gak akan mungkin kita bisa bertahan selamanya di satu tempat aja, aku sendiri sih sebenarnya berencana Resign tapi juga ga mau kerja di kantoran lagi, yah mungkin usaha kecil2an gitu deh, lebih baik jadi Bos di kaki lima dari pada jadi kuli di Kantoran itu prinsip aku! pas kemarin aku telpon Harry, ternyata tuh anak lagi buka Cafe ck...ck... ck.... (Hebat tounge.gif ) disamping dia udah punya usaha rental yang dia kelola, terus Ady bergerak dengan usaha Situs pajaknya, disamping freelance dibeberapa kantor (setau gue dari teman2 sih) dan yang terakhir... jualan buku pajak! ga nyangka orang kaya dia mau jadi 'sales' juga, he..he..he....
Dan si Endrow juga punya rencana akan bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perbankan dan membuat kartu2 kredit (rekanan), Congrats! ya Ndro!,
dan aku sendiri, lagi coba merintis usaha ATK ke kantor2 rekanan dan usaha beras with My Father, mudah2an aja bisa jadi Siti Khodijah zaman sekarang, Amiiinn!!
Comments: (0)


KENALI WATAK WANITA DARI WARNANYA
Date: Jun 29th, 2006 1:57:56 am - Subscribe
Mood: Excellent


Menurut penelitian, wanita dapat dinilai wataknya melalui warna favoritnya. Di sini, disebutkan secara ringkas tentang wanita, warna dan tafsiran perwatakannya.

MERAH
Berani, emosional, tegas tamak, tahan melarat dan suka bersenang-senang.

BIRU
Setia pada pasangan, pandai menyimpan uang, Kuat kemauan, suka berterus-terang, jujur, pemaaf dan tegas.

HIJAU
Subur, suka kepada kebahagiaan, tidak suka gosip atau berbicara, patuh pada pegangan agama, suka berhias, teguh pendirian hingga kadang-kadang seakan kolot.

HITAM
Suka menyendiri, prihatin, kuat menghadapi cobaan hidup, tidak mudah dipengaruhi, kuat berfikir, setia pada pasangan, baik hati tetapi cepat tersinggung.

COKELAT
Keibuan, suka merendah diri, sopan santun, halus budi pekerti, hati mudah merasa was-was dan takut berbuat salah.

UNGU
Pemurah dan merdeka hatinya, tidak suka diperintah, berinisiatif, bijak tetapi agak beremosi, keinginannya tidak meluap-luap.

KELABU
Suka merendah diri, tenang, suka mengalah, suka bekorban, cerdas dan bijak.

KUNING
Menyukai ilmu, gemar membaca, tekun, cerdas dan tabah menghadapi ujian.

PUTIH
Bersih fikirannya (tidak banyak prasangka), berkata benar, jujur,rendah hati, sopan santun, ramah, kuat menerima ilmu, sentiasa tenteram hatinya, suka menolong dan hidup bertawakal.

Comments: (2)


"AKU MUJAHIDAH DARI BUMI JIHAD"
Date: Jun 28th, 2006 11:23:31 pm - Subscribe
Mood: Hamasah wa Ghiroh
Catatan: Catatan harian seorang Mujahidah

Aku Wanita Mujahidah Sejati...
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah

Tak mungkin ku pilih dirimu..bila dunia lebih kau damba..
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia..
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku..
Bulat tekadku untuk menemanimu..

Aku Wanita mujahidah pilihan..
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an..
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad..
Andai tak siap bisa kau pilih..
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku..
terlebih keluh kesahku..
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu..
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu...

Tak mungkin aku memilihmu...
bila yang fana lebih kau cinta..
Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota..
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana..
Meniti jalan panjang di medan jihad..
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah..
serta debu yang beterbangan,
keringat luka dan kesyahidan pun terulang..
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu..
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu..

Aku wanita dari bumi Jihad..
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad...
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan..
tepiskan semua mimpi yang tak berarti...
Adakah yang siap mendamaikan Hati ??????
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri..
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan..
Yang melepasku dengan selaksa do`a..
meraih syahid.. tujuan utama..
Robbi.. terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu..
Kuharapkan penolong dari hambaMu... menemani perjalanan ini..

Comments: (0)


Linux Tux Template
Free Blog Hosting Join Today
Content Copyrighted Cherry at Aeonity Blog