And U Calling Me Coloured?
Date: Jun 28th, 2006 10:10:21 pm - Subscribe
Mood: successful
This poem was nominated poem of 2005 for the best poem, written by an African kid!!!
When I born, I Black
When I grow up, I Black
When I go in Sun, I Black,
When I cold, I Black,
When I scared, I Black,
When I sick, I Black,
And when I die, I still black..
And you White fella,
When you born, you Pink,
When you grow up, you White,
When you go in Sun, you Red,
When you cold, you Blue,
When you scared, you Yellow,
When you sick, you Green,
And when you die, you Gray..
And you calling me Colored ??
Comments: (4)
Memorabilia Bersama Ayah -1 (Disebabkan oleh Cinta)
Date: Jun 28th, 2006 4:08:02 am - Subscribe
Mood: cute
Memang benar kata pepatah Cinta Orang tua sepanjang masa, cinta anak sepanjang galah, buktinya sampai saat ini (20 Tahun) kemanapun aku pergi Ayah selalu mengawalku, bahasa simplenya Jadi “My Bodyguard”, bukan aku yang mau begitu, tapi memang rasa tanggung jawab Ayah yang begitu besar padaku sehingga diusianya yang senja beliau masih rela mengantar dan menjemputku pakai motor, dari rumah ke kantor, dari kantor ke kampus, dari kampus sampai pulang lagi ke rumah. Aku tinggal duduk ‘manis’ saja di atasnya, bagaikan sang Ratu aku dibuatnya.
Kalau aku Tanya alasannya, kenapa ayah selalu mengawal ku kemanapun aku pergi, Maka ayah selalu menjawab “Disebabkan oleh cinta”, disamping itu memang dengan alasan yang Syar’I, wanita pulang malam sendirian, akan berdampak negatif baik bagi dirinya maupun lingkungan sekitar, Subhanallah! beliau sampai memikirkan sejauh itu.
Bukan nya sepi tanpa komentar jika kemudian banyak opini publik mampir ditelinga kami, sampai-sampai Dosenku merasa kagum dengan beliau dan bertanya padaku, “Rat, kok Ayahmu setia banget, antar jemput kamu tiap hari, padahal usianya sudah lumayan ‘sepuh’ ya, tapi kok staminanya OK?” aku hanya tersenyum mendengar komentarnya, namun ku jawab juga dengan gaya humor ku yang Khas “ Khan ‘ATM’ Pak…!”. “ATM? Apa itu” Tanya dosen ku dengan serius, “Ayah Tapi Mesra…….” Gantian dia yang nyengir mendengar ocehanku…, atau di kantor ku, Ayah ku sudah akrab dengan teman-teman sejawatku, sampai dijuluki “Penjemput Setia Sang Ratu” he..he..he… Tapi ada satu kejadian lucu yang masih aku ingat, suatu malam ketika pulang menjemputku dari kampus, Kami putuskan untuk makan malam di Warteg Langganan kami, lumayan Enak dan murah. Ketika selesai makan, aku menanyakan kepada pelayan, berapa harga yang harus dibayar, lantas dia menjawab “Mbak, Mas-nya (Ayahku) makan pakai apa saja?” mendengar hal ini aku langsung ketawa-ketiwi sendiri, Olala, dia mengira aku istri muda Ayahku!!! kami segera membayar dan langsung pamit dari Warteg sambil tertawa berdua, Ah memang mesra….
Penulis : Ratu Karitasurya
Comments: (1)