LEGENDA PRIBADI VENAYAKSA
Date: Oct 25th, 2004 5:39:56 pm - Subscribe
Mood: blue



Vertikal dan Horisontal aku menadah angin yang lewat
Enggan pula ia bertandang di relung
Nelangsa jiwa dibuatnya merindu batu
Angin memang tak butuh pandu
Yang dibutuhkan hanya ruang tanpa batas
Angkara murka mengamuk jika ia dikurung murung
Kedung hati merintih, bukan kantata
Samum itu menahbiskan peluh hina ku
Angin pengarak shubuh dalam selimut


'Angin tak sempat bertandang di pelupuk mataku yang lindang, karena sepoinya tak mampu kugapai'


Valhalland, Oktober 2004

Comments: (0)


Forest Template
Content © aidavyasa Aeonity Blog 2004 -20XX
Create your own Aeonity Blog Today
Comments:

Image Verification: Verify Image

Posting as anonymous Anonymous guest, why not register, or login now.