Kejujuran Laki² ....
Date: Mar 1st, 2005 8:02:12 pm - Subscribe
Mood: preppy
Seorang penjual minyak goreng keliling seperti biasa menjajakan dagangannya di tepian sungai Citarum. “Nyak nyak minyaaaaaaaaaaaaak”, teriaknya. Di jalanan menurun tiba-tiba gerobaknya yang penuh dengan botol minyak tergelincir ke Sungai Citarum. Plung … lap … tenggelam deh ceritanya … Huuuuu … huuuu …. menangislah dia …. “Harus kuberi makan apa istriku nanti … huuu…” Tiba-tiba … seorang Malaikat yang baik hati muncul dan bertanya : “Hai, BAJURI … kenapa gerangankah sehingga engkau menangis begitu ?” “Oh, Malaikat … gerobak minyak goreng saya tergelincir ke sungai …” “Baiklah … aku akan ambilkan untukmu …” Tiba-tiba Malaikat itu menghilang dan muncul lagi dengan sebuah kereta kencana dari emas, penuh dengan botol dari intan … “Inikah punyamu?” tanya Malaikat … “Bukan … gerobakku tidak sebagus itu” . Malaikat itu pun menghilang lagi dan muncul dengan sebuah kereta perak dengan botol dari perunggu. “Inikah punyamu?” tanyanya lagi. “Bukan, hai Malaikat yang baik … Punyaku cuma dari besi biasa …botolnya juga botol biasa…” Lalu Malaikat itu pergi lagi … dan kali ini kembali dengan gerobak dan botol Si BAJURI. “Inikah punyamu?” “Alhamdulillah … benar ya Malaikat. Terima kasih sekali engkau telah mengambilkannya untukku”. Malaikat berkata”, Engkau jujur sekali, ya BAJURI. Untuk itu sebagai hadiah … aku berikan semua kereta dan botol tadi untukmu…” “???????? Alhamdulillah …. terima kasih ya Allah … terima kasih ya Malaikat …” Sebulan kemudian, BAJURI rafting bersama istrinya di sungai yang sama … Naas tak dapat ditolak, malang tak bisa dihindari … Perahu karetnya terbalik dan istrinya hanyut … “Huuuuuuuuuuuuuuuuuu…. huuuuuuuuuuu ……. istriku … di mana engkau ….”, isaknya … Tiba-tiba Malaikat pun muncul lagi … “Kenapa lagi engkau, ya BAJURI ?” “Istri saya hanyut dan tenggelam di sungai, hai Malaikat …” “Ohhh … tenang … aku ambilkan …” Plash … Malaikat itu menghilang dan tiba-tiba muncul kembali sambil membawa Nafa Urbach … yang ada tato mawar di perutnya … “Inikah istrimu?” tanya Malaikat … “Betul, Malaikat … dialah istriku …” “Haaaaaa …. BAJURI!!!” Malaikat membentak marah. “Sejak kapan kamu berani bohong? Di manakah kejujuran kamu sekarang?” Sambil bergetar dan berjongkok … BAJURI berkata : “Ya, Malaikat … kalau aku jujur … nanti engkau menghilang lagi dan membawa Bella Saphira … kalau kubilang lagi bukan … maka engkau akan menghilang lagi dan membawa lagi istriku yang sebenarnya … Lalu … engkau akan bilang bahwa aku jujur sekali … dan engkau akan memberikan ketiga-tiganya kepadaku… Buat membiayai hidup Nafa saja aku bingung gimana caranya … apalagi tiga-tiganya??? “ Malaikat pun termangu dan bengong …. “Benar juga kamu … realisti
Comments: (0)