otopsi buat hati 3
Date: Jul 18th, 2004 8:50:36 pm - Subscribe
Mood: lonely
kau terus menungguku. kau begitu yakin bahwa semesta akan berkonspirasi untuk mempertemukan kita berdua untuk kedua kalinya . Otakku menyebutmu: tolol, naif, dan beriman penuh pada 'happy ending' novel-novel cinta kesukaanmu. tapi diam-diam hatiku sedikit terharu, mengetahui kau begitu gigih merawat rasa itu.
"kau tak bisa mem-bimsalabim-sebuah padang gersang untuk memekarkan kuncup bunga pucat yang kau tanam, bukan ?"
Matahari telah pergi dari padang itu, gerhana telah permanen disitu. Tak cukup beranikah kau memahami itu ?
Menunggu adalah memburu dengan pasif
(kau cukup cerdas untuk memahami ini..)
Comments: (0)
otopsi buat hati 4
Date: Jul 18th, 2004 8:49:13 pm - Subscribe
Mood: cranky
aku online lagi malam ini. tak sabar untuk membaca 'blog'mu setelah sekian lama. ahh! seandainya layar monitor di depanku tiba-tiba menjelma kamu...hiks...kau tahu ? sore tadi aku merobek foto terakhirmu yang tersisa di kamarku, lalu menguburkannya di gundukan tanah merah basah, dibawah pohon kamboja, di sebuah kuburan umum kota ini..
aku telah memutus jalan buat mengenangmu secara instan..
"darkshines'-muse- tiba-tiba diputar...ahh! (gelap hanya akan bersinar jika kau menutup mata...) bukankah begitu?
tapi entah kenapa, seketika aku ingin kembali ke pekuburan itu, lalu menggali kembali fotomu yang telah berserpih itu. Lalu menciba merekatkan dan menyusunnya lagi. bagus juga, pikirku...kisah sudah reatk tapi kau masih ada..perlambang yang naif, namun menyentuh.....
Comments: (0)
otopsi buat hati 5
Date: Jul 18th, 2004 8:48:18 pm - Subscribe
Mood: touched
2 tahun. 2 tahun luka itu tak kunjung mengering. Sia-sia memncoba membalut luka saat masih basah, berdarah dan bernanah ! kau dan aku adalah sebuah kisah yang tak selesai (takkan pernah selesai, sejujurnya ) Kisah kita tanpa awal, tanpa plot, tanpa akhir. Semuanya berjalan dengan alur yang nyaris sempurna. Seolah ada tangan-tangan cekatan yang menggerakkan kita dan mengajari kita: bagaimana cara menjalaninya.
Aku mencoba.Lebih dari sekedar mencoba. Letih, tapi tak ingin berhenti. Lelah, tapi tak mau menyerah. Ternyata belajar jatuh cinta itu sukar bukan main.Tak sedikit wanita yang mencintaiku setelah kau pergi, atau setidaknya mereka menemukan alasan untuk mencintaiku, memahamiku (agar perasaan mereka buatku tak sia-sia tentunya)
..dan aku gagal menjalaninya.Selalu. Kau tahu sebabnya ?
Sebabnya: Hatiku tak begitu terlatih untuk sekedar me-nyaman-kan diri bersandar pada hati seorang wanita, atas nama apapun itu.
Mencintai itu luka
Merindukan itu kalah
Mencoba melupakan seseorang yang diam-diam ingin selalu kita kenang adalah bunuh diri bagi hati
Malam ini kubaca lagi weblogmu.
Kutatap sekilas wajahmu disitu
Selalu kesimpulan yang sama (yang tak bisah kucegah) :
Wajahmu selalu mengatakan 'Selamat datang' dan 'selamat tinggal'secara bersamaan
Comments: (0)
she,dancing in the rain
Date: Jul 16th, 2004 10:30:25 pm - Subscribe
Mood: calm
theres nothin more violent
than a little single spotlight
in the eye of a smiling child
who stares and said nothing
than a sudden feeling
that i'm too old
and perfectly cold
there's nothing more violent
than an unreachable distance distance
between my heart and brain
to
take
her
tiny
hands
and dance..........
Comments: (0)
crucify a cry
Date: Jul 16th, 2004 10:22:53 pm - Subscribe
Mood: moody
how can i crucify a cry ?
when its only a rain shaped lullaby ?
(2 baris kalimat ini entah drmana tiba2 mengkudeta otakku saat dia tiba2 terisak dan aku tak tahu sebabnya..)
Comments: (0)