BUku
Date: May 7th, 2010 2:57:55 am - Subscribe
Mood: naked




a tribute to Sri Mulyani

Dah selesai...
paragraf terakhir dari buku usang yang
terus saja kubalik balik
tepi tepiannya yang lumat dimakan usia
dan warnanya yang melusuh

bukan ku tak mau bercengkrama lagi
bahkan hingga kini kuhanya
paham separuhmu
meniti sedikit demi sedikit di ribuan pengejawantahan disekelilingku

kucoba taruh engkau di barisan samping
dari rakku
dua hari ini terus melambai merayu
sedang kutahu palingkan muka
saat itu

kami dan jack beradu wacana
tentang engkau dulu dan kini
kami selesai sambil membawa tanya
sebab kau kini terbaca terbalik
Comments: (0)


Cemberut
Date: May 7th, 2010 2:47:32 am - Subscribe
Mood: jaded




a tribute to Komjen Susno:

kuingat lagi
pelur demi pelur di lantai bagai kemarin sore
seragam yang sedang basahi lantai
dengan berbagai pikiran semrawut
kutahu ia coba larutkan dalam
ember plastik berwarna biru

kami papasan saat aku mau hadap Tuhan
saat dunia hening selama lima menit
lengkung-lengkung tanganku
yang berbasuh air kemarin

menambah satu lengkungan di awan tebal
kembali...

kuhentikan kau meski darahku tak ingin
sebab dunia hanya drama melankoli
memaksaku mainkan
peran antagonis sedang langit minta lainnya

toh tanganku tak melemas
Comments: (0)


Aksara
Date: May 7th, 2010 2:35:07 am - Subscribe
Mood: longing




a tribute to pansus century:

kami lelah lemah lantak terhibur namun resah
merantau dalam pikiran dan selip selip lembar yang dibaca
dalam anotasi yang dikeraskan
tertatap hingga membekas dua hari lamanya

hidangkan kami angkasa luas, berbumbu
tiga puluh hari dalam kekerdilan
menerka...
menyimak dan menduga - duga
hlangkan itu semua

a kami tak peluh disini sebab kami bertudungkan harapan
berapa b yang kami kicaukan tiap hari tuk kalian
dan c cerita yang menghaluskan persahabatan
dari senin hingga minggu

sedahi dengan gagah.. kerna kau tahu
kegagahan akan katakan pada dunia
'kau lihat kami kerja!'


Comments: (0)


Kulari
Date: Apr 25th, 2010 7:57:10 am - Subscribe
Mood: demented


info: a tribute to Sammy Kerispatih

Kau tak kira, sedang jeruji itu hangat bagiku
Kuayal menunda kerna kumau
Tepian alas tidurku yg mulai lusuh
tak berbentuk, mengumal

Ku bagai bayang yg belum terbentuk
tersapu oleh kekuatan dunia
melihatku dari jarak sejengkal dari kepala
menganggapku
angin lalu



Kubuat titian demi doa - doa selama kami bersama
Bunda sudahi saja ..
Jangan terus tangisi aku dari balik sana,
kadang kulihat kilauan kerat

Comments: (0)


Cermin kami
Date: Apr 25th, 2010 7:49:23 am - Subscribe
Mood: weak




Kami sebenarnya hanya katakan
apa yang ada di hati kami dulu,
saat kiasan sering kau lontar untuk..
sekedar hangatkan bincang bincang
di tepian beranda

Aku coba untuk menganggap biasa
Terkadang ia berkata sedang ku
tak ada waktu tanggapinya

Kami basuh kembali kekentalan kejujuran
melarutkan ke dalam air yg
kau bawa dari sungai seberang

Sajakku kini penuh tak berarti
mencoba apa yang tak jelas kau artikan


Comments: (0)


Rail Road Tracks Template
Free Blog Hosting Join Today
Content Copyrighted broery2081 at Aeonity Blog