Tak biasa
Date: Aug 8th, 2009 8:51:15 am - Subscribe
Mood: cozy
Percakapan tak biasa , kurasa merdu
namun... aku kau atau hantu
bisakah kami menelik sebentar
kamarku penuh 32:23
Comments: (0)
Sayap
Date: Aug 8th, 2009 8:45:25 am - Subscribe
Mood: beat
Kepakkan coba.. aku ingin lihat
kegagahan burung besi, yang menyeringai
namun tak ayal beringas
Aku tak mampu rumuskan
sebab perjalanan hanya sesuatu yang
menggamangkan
Aku melihat langit dan menata lesu
sebab bulan itu tak mesti benderang
kadang ia redup bak cangkir
peraduan yang terakhir
Bapakku berkata maag 
dan dia lagi, biarken
Comments: (0)
Bom
Date: Aug 8th, 2009 8:42:30 am - Subscribe
Mood: patient
Aku teriak booom...
kau diam dan hanya kerlingan kudapat,
aku balik kembali ke acara penghianatan
sajakku kini mengalir,
bersiaplah
Kami mengacu pada pilar di langit
yang menenteng bumi dengan gagah
dengan keluh kesah seorang punggawa
yang membawa secangkir teh
untuk kini dan nanti
rotan kubelah bagi dua, kau satu
aku punya hilang lagi
dua puluh tahun yang lalu kita bercengkrama
manis di teras penuh canda
dan bersalaman hangat
Comments: (0)
Lingkaran
Date: Aug 8th, 2009 8:38:14 am - Subscribe
Mood: squishy
Aku berada di antara keramaian
yang pasti kau pun tak mau tahu
tak ingin ulangi
sebab dingin sakit dan.. ah aku sakit gigi 
bekantan menangis bagai suara memecah langit
mengirimkan benih benih kehidupan
pada ketimpangan
Bang, kemana aku bila tak dapat satu pun
kami berpapasan kembali
dengan mesiu yang tercium manis
bagai rotan
entah esok aku buat apa
kerna hari ini pun hilang ditelan suara
benarkan atau kubiarkan saja
gigiku masih sakit..
Comments: (0)
Kepergian
Date: Aug 8th, 2009 8:33:07 am - Subscribe
Mood: hopeless
Balutan itu sudah lengkap,
dengan gaun putih terakhir dan curahan kasih
yang membelai mengenang
aku lanjutkan sajakku yang
pekan ini sendu terasa
menohok suara
badai gurun menyeruak lagi menampar halus
terasa di pipi
kami berkencan dengan maut
dengan lisan yang tertuliskan
sempat mampet entah kerna apa
baikkan kami dengan ah..
itu lagi, aku tak tahu menulis apa
biar jadi hening, sejenak
Comments: (0)