|
broery2081
Terserah - Subscribe
|
|
Biar kamu berpalingan dengan tajam dengan besi yang beradu dan awan yang berarak namun diam hilang kami dekat mulut hampamu dekat kekisruhan yang kau ciptakan sendiri..... Kami bingung linglung hinggap entah kemana sekarang dan kalian masih seringai kami dengan perkasa aku palingkan muka sebentar saja aku coba ambil halaman kosong yang akan kulumuri lagi dengan tulisan baru |
|
broery2081
Padat Sep 29th, 2008 6:57:53 pm - Subscribe
|
|
Kemarin kita liat sama sama jalan berbaur beradu berkelahi dan kalah berangan dan menyerah berdiam diri tapi tak mau berhenti Coba kau hentikan sejenak dan larutkan dinginkan dan tebarkan dalam naungan dalam sejuk yang tak kenal kalut Kita saudara kau dan aku dan Ia yang genggam kita erat maupun longgar Lihat kita sejenak maupun sedetik tak lepas Kau dan aku bertabur dengan pikiran yang padat, sesak dan tak ada ujung hilangkan sejenak mari duduk di sini berdiam |
|
broery2081
Seronok Sep 29th, 2008 7:03:57 pm - Subscribe
|
|
Hujani aku lagi, terus... terus dan aku akan pasang meriam di depanmu tekan terus jangan lepas dan jalan itu akan kusiapkan menanti dan akan terus begitu Kami dulu bersinggungan selalu dengan alur yang bersimpangan dan kekuatan yang sama mencekik Aku akan hamparkan di depanmu lembar lembar itu dan kau akan tahu bahwa dunia tak hitam putih bahkan hitam putih bukan pilihan lagi Hujani aku lagi, terus... terus dan aku akan pasang meriam di depanmu tekan terus jangan lepas dan jalan itu akan kusiapkan menanti dan akan terus begitu |
|
broery2081
Tahan Sep 29th, 2008 7:39:57 pm - Subscribe
|
|
Tutup kataku, jangan kau kunci tapi dengarkan dibaliknya, kau mengerti berantakan tak kenal alur namun berirama tetap, walau tak disenangi aku hilang sejenak dengan obrolan kami tahun2 lalu, saat kami tak kenal hiruk pikuk dan kekacauan tak dekati kami kami bercengkrama dengan senjata terhunus, namun tertutupi, rapi dibalik senyuman dan canda memang tak berujung jika kau tahu jika kita tahu, mungkin senjatanya sudah karatan ? |
|
broery2081
Pak Sarwi Sep 29th, 2008 7:48:12 pm - Subscribe
|
|
Kebunnya tak jauh dari tempat pertama kami adu pandang Lelaki tua yang tangannya gemetar kerna usia dan cepatnya putaran yang kami buat Aku tak salahkan ia mendesah sesekali diiringi kepulan asap Sore ini mentari setengah terbenam dengan jingga membayang Kami terduduk dengan ramah dan berbalikan tanya Toh kami tak pernah mengerti Hanya obrolan yang takkan rubah dunia hanya itu yang kami punya, untuk kaburkan garis yang pisahkan kami berdua |