Hitam Pekat
Date: Dec 6th, 2008 7:54:03 am - Subscribe
Mood: alive
Kemarin aku papasan dengannya
Menusuk jantung merobek semua yang aku bangun
Mengambil potongn jiwaku sedikit demi sedikit
Jengkal demi jengkal bernafas ditengkukku
Menari bak belati yang siap menohok aku
Aku katakan sekarang
pejam matamu
Bila kau tak mau aku pejamkannya untukmu
Kemarin aku papasan denganmu
Mungkin habis tenagaku hanya untuk melihat
Kekuatanmu
Kini kurangkai lagi bendera bendera itu
Kusiapkan senjata pas tepat diujung tandukmu
Pejam matamu, Sekarang
Atau kan kulukis dunia ini dengan darahmu
yang hitam pekat
Comments: (0)
Tangan
Date: Dec 2nd, 2008 11:40:16 am - Subscribe
Mood: philosophical


Aku bertanya padamu lantang . Sekarang
Kemana alur dunia akan kau gerakkan
Kami tak butuh jeruji besi
tak inginkan pasung melilit kaki
yang pasti tak ingin lihat kau tersenyum pandang kami terbelenggu
Jika itu yang kau mau,
akan kami gerakkan bumi berputar berbalikan
kerna kami bukan pecahan
bukan uang logam
kami bukan harga mati
kami lihat hari ini langit ditutup mendung
sedang mendung itupun tak mampu kau
hilangkan, bukan
ambilkan langit dengan lenganmu
berikan kami ketenangan
bukan hiruk pikuk
kerna tanganmupun tak mampu kalahkan
ribuan tangan kami yang terjalin erat
Comments: (0)
Senyum kalian
Date: Dec 2nd, 2008 11:24:24 am - Subscribe
Mood: fresh

Kalianlah yang tenangkan aku
saat hiruk pikuk dunia sudah mulai melambung di ubun ubun
kalianlah yang ingatkan kembali bahwa dunia
memang hanya tempat bermain
Bawa aku kembali ke waktu dulu
dimana senyum kudapat dengan mudahnya
sperti membalik tlapak tangan
dimana risau hanya sedetik menyapa
dan kesedihan ada dibelakangku
Aku penat dengan kecurigaan, dengan kecanggungan tiap saat
yang sebenarnya tak berujung
Bawa aku ke masa dulu
dimana hanya tawa yang kita tahu
Comments: (0)
Puisi buat Bang Chairil
Date: Nov 28th, 2008 11:54:40 pm - Subscribe
Mood: pumped

Bang kulihat hari ini hari ini fotomu
yang masih kucel kerna penat
masih berangan tidak mau diujungkan
Bang, kuteruskan mimpimu, tapi tak begitu
Kali ini TBC takkan renggut aku
kerna rokok sekarang tak bercandu sperti dulu
Atau mungkin aku yang candu
Kita mampu bang
warnai dunia dengan riasan yang berbeda
tiap waktu, kerna kita bukan batu
kau dulu binatang jalang
sekarang binatang jalang ada dikandang
aku teruskan perjuanganmu
aku tahu bang
maksudmu, heh
jika itu memng maksudmu
sekarang sedu sedan itu perlu
tanpa itu bang aku tak mampu buatkan syair
buat dunia
didepan layar kaca bang
Comments: (0)
Pelaminan
Date: Nov 28th, 2008 10:55:37 am - Subscribe
Mood: thoughtful
*sebuah puisi untuk kalian yang akan bahagia
Getar gemetar bibirku saat mengucap kata itu
didepanmu dek, diatas meja dekat hati kita
saat senyum bagaikan hujan membasahi jiwa
yang biasa panas keras dan tak tau mau kemana
hehe, buat pusing saja
sudah lupakan dulu, mari kita ucap sama sama didepan penghulu
bahwa kita kau dan aku bukan sementara
janur itu dipasang bukan untuk hiasan
semata
bukan hanya untuk segarkan mata yang lewat memandang
kali nanti saat dikursi kita sama bersanding
tertawa diselingi karib datang pergi
tapi tunggu saat malam tiba dek,
kita kan warnai langit dengan cinta
"ah, cepat sekali kau tidur..."

Comments: (0)
Free Blog Hosting Join Today
Content Copyrighted broery2081 at Aeonity Blog