| alhamdulillah, dapat blog gratisan lagi nich. bisa mengcreate semua ide-ide lagi deh. alhamdulillah |
|
Rumah di Syurga Pagi ini kusempatkan membaca hadits arbain yang baru saja kubeli dari murobbiku, ahad kemarin. Aku membaca dengan seksama hadits arbain no. 18. Isinya kurang lebih memerintahkan kita untuk selalu bertakwa kepada Allah SWT dan membalas kejahatan dengan kebaikan. Tersentak aku membacanya, karena aku sadar betul kalau masih banyak tindakan dan perilaku aku yang tidak mencerminkan ketakwaan kepada Allah. Pun, banyak pula perbuatan jahat orang lain kubalas dengan perbuatan jahat. Hal itu semua kulakukan karena aku masih terbawa oleh nafsu diri yang dipengaruhi oleh syetan yang terkutuk. Aku sadar dengan sepenuhnya kalau perbuatan yang aku lakukan itu dosa. Karena itu, berkali-kali pula kuucapkan dengan kalimat istighfar memohon ampun pada-Nya atas segala dosa yang telah aku lakukan. Aku ingin menjadi muslimah yang sholeha yang kelak akan memiliki rumah abadi di syurga nanti, bersama suami, anak-anak dan keluarga besarku. Namun, belum setitikpun aku melakukan hal-hal yang dapat membuat keinginan dan cita-cita mulia itu terwujud. Seperti layaknya bila kita ingin membangun rumah didunia, maka kita mulai mempersiapkan dana dan material yang dibutuhkan. Begitu pula dengan rumah disyurga, selayaknya sejak didunia kita sudah mulai mengumpulkan modal dan material yang dibutuhkan untuk membangun rumah disyurga yang diidamkan. Bagaimana jalannya? Pastilah aku sudah mengerti jalan untuk mendapatkan rumah disyurga. Islam merupakan agama yang mudah dan islam telah memaparkan segala bentuk perilaku dan tindakan kebaikan mulai dari yang sederhana sampai kehal yang sulit agar kita bisa memiliki rumah disyurga. Salah satu jalan termudah adalah tersenyum dan menjaga perasaan saudara atau teman kita. Tersenyumlah dengan tulus sehingga dapat memancarkan keceriaan diwajah kita dan memberikan kedamaian bagi yang menerimanya dan jagalah perasaan teman-teman kita agar tidak tergores hatinya walaupun sedikit. Insya Allah semua akan terwujud dan sebuah bangunan megah disyurga akan menanti diiringi dengan senyuman tulus dari penghuni-penghuni yang lainnya. Wallahu ‘Alam bish showab Jakarta, 12 Juni 2006
|
|
lucunya punya anak. memang benar kata orang bahwa anak itu membawa kebahagiaan tersendiri bagi orang tuanya. anakku bernama ahmad hilmy al bukhari. ia baru berumur 13 bulan. sebenarnya sih sudah bisa jalan tapi rupanya masih agak takut kalau dilepas sendirian. kalau kami melihatnya tak bosan-bosan mata memandang, memperhatikan segala gerak-geriknya. ada aja sesuatu yang baru yang ia perlihatkan kepada kami dan membuat kami tertawa. Subhanallah, bahagia rasanya. Pun ketika ia tertidur pulas, wajah imut dan mungilnya yang tanpa dosa itu membuat aku betah berlama-lama menatap wajahnya dan mencium pipinya yang tembem. Hilmy, hilmy....we love u nak |
|
Dia adalah seorang suami yang dianugerahkan Allah kepadaku Bersamanya kulalui lika-liku kehidupan fana Ada suka, duka, sedih dan gembira Ada tangis, tawa, riang dan canda Didadanya kutumpahkan segala rasa Tempat aku berbagi semua cerita kehidupan Tempat aku belajar ilmu kehidupan Sarat hikmah dan makna Bersamanya kuingin meraih cinta-Mu Bersamanya kuingin syahid dijalan-Mu Bersamanya dan bersamanya Kubangun mahligai syurgaku Ya Rabbi, Berkahilah kehidupan rumah tangga kami Agar hati kami senantiasa terpaut Dilandasi oleh alqur’an dan sunnah Dihiasi oleh iman dan takwa Dibingkai oleh mahligai cinta-Mu Jadikanlah buah cinta kami, Permata hati, syurga dunia dan akhirat Pelipur lara hati, penghibur diri Pengingat kami akan besarnya nikmat-Mu Menjadi Imam bagi orang-orang yang bertakwa Aaamiiin…. Jakarta, 29 Juni 2006 Teruntuk suamiku dan buah hati kami tercinta Ahmad Gazali – Ahmad Hilmy Al Bukhari |
|
Bubur Buah Manis bahan : 100 gr buah pir matang, cuci, kupas, potong kecil 15 ml air untuk memasak buah 1 sdt gula kastor 1 sdt tepung custard 75 ml air 1 sendok takar susu formula 100 gr pepaya matang, cuci , potong kecil Cara membuat : 1. Masukkan potongan buah pir bersama air dan gula ke adlam panci. Tutup dan masak selama 10 menit sampai lunak. Angkat dan biarkan agak dingin. 2. Campur tepung cuctard dengan air. Jerang di atas api kecil dan aduk sampai mengental. Angkat dari api dan bubuhi susu formula. Aduk sekali lagi. 3. Tambahkan potongan buah pir serta pepaya. Masukkan ke dalam blender dan haluskan. Tuang kedalam mangkuk dan hidangkan segera. 1 porsi : 84 kalori |