Uang
Date: Jun 30th, 2006 2:34:24 am - Subscribe
Untuk kata yang satu itu, manusia manapun pasti akan memikirkannya. Mulai dari manusia dengan tingkat ekonomi rendah sampai kepada manusia tingkat ekonomi tinggi pasti tidak pernah lupa padanya. Pun pada masyarakat yang memiliki tingkat kepafaman agama yang cukup baik tak lepas darinya. Yup, uang. kita hidup di dunia ini perlu uang. Tak ada yang butuh uang, terlebih lagi hidup di zaman sekarang yang semuanya serba berada di luar batas. Tapi, apakah cukup hanya memikirkannya saja? Memikirkan dalam arti bagaimana memperolehnya. Dalam Islam, masalah uang sangat mendapat perhatian. Ia termasuk salah satu bentuk rezeki yang Allah SWT berikan kepada manusia. Dari cara mendapatkan sampai membelanjakan, semuanya harus dipertanggungjawabkan kepada-Nya. Apakah uang yang kita miliki diperoleh dari jalan yang halal atau haram dan untuk apa uang tersebut dibelanjakan. Kalau dipikir kembali, ternyata semua pengaturan tersebut ada hikmahnya. Uang yang kita peroleh akan kita gunakan untuk konsumsi yang nantinya akan berubah bentuk menjadi makanan yang masuk ke dalam tubuh kita dan seluruh jiwa kita. Karena itu, apabila uang tersebut halal dan baik, insya Allah akan mengalir ke dalam tubuh kita sesuatu yang baik. Tapi, sebaliknya jika yang masuk ke tubuh kita berasal dari sesuatu yang haram, maka akan ternodailah darah kita dengan barang haram itu. Hal ini akan berdampak pada tingkah laku kita dan hubungan kita baik secara vertikal maupun horizontal.
Hal itu sesuai dengan Hadits Rasullullah Muhammad SAW, bahwa di dalam tubuh manusia ada seonggok daging. Jika ia baik, maka baik seluruhnya dan jika ia buruk maka buruk pula seluruhnya. Seonggok daging itu adalah hati.
Teman, bagaimana dengan status uang kita? dari jalan yang halal kah atau sebaliknya?
Wallahu 'Alam Bish Showab
Comments: (2)