|
Terlihat lagi pedang yang lepas dari sarungnya... Berbeda dengan yang dulu... Kini lebih tajam dan telah menyayat di hadapan... Lukapun muncul dan semburkan bekas.. Tolong teriakan yang tak terdengar... Mungkin semua ini hanya firasat... Atau semua memang begitu nyata... ah sudahlah,... Mungkin sudah saatnya... Aku harus melepas semua... Kosongkan semua yang telah terisi... Hapus semua yang telah membekas... Sisakan yang terbaik untuk masa depan... Sambut hari esok dengan senyuman... Untuk menuju kehidupan yang lebih baik... Dan biarkan kemarin menjadi pelajaran... Untuk sebuah pengalaman dalam kehidupan... Kenapa harus yang lain... Bila yang tak disangka lebih baik... Mungkin memang masih jauh dan tak terlihat ... Tapi telah terasa... Siapa tahu nanti malam dapat bersanding bersama bulan |
|
Aku relakan semua rasa itu... Rasa cemburu yang selalu menyiksaku... Tak apa, Karena ku tahu kau bahagia... Kau ceria bila bicara dengannya... Bila suatu saat nanti cinta itu muncul... Mungkin aku tak tahu apa yang kan kurasa.. Mungkinkah semua rasa akan hancur... Atau mungkin aku bahagia karena kau dengannya... Sungguh aku takut.. Bila nanti aku tak bisa menerima... Semua rasa yang tak menjadu nyata... Hingga dendam menyelimuti jiwa... Menggenggamku dalam kehancuran... Merenung dan terdiam... Hanya untuk merasakan kehilangan... Aku tak ingin semua itu terjadi... Bila suatu saat nanti... Bayangmu tetap memenuhi pikiranku... Dan mempengaruhi hidupku... Aku ingin semua ini tergantikan... Aku harap cinta yang lain segera datang... Agar aku dapat melupakan.. Dan kuharap ini bukan pelarian... Karena aku ingin memeluk kebahagian... Engkau yang baru kukenal... Jika kau mengerti semua kata hati ini.. Tolong temani aku... Hilangkan sejenak rasa malu... Walau masih sedikit yang kutahu... Bawalah aku memasuki kehidupanmu.. Dan izinkan aku membawamu untuk mengerti akan lukaku... Hingga kau dan aku temukan bahagia... |