|
semua hanya dapat kutuliskan.. Tak mampu untuk mengatakan.. Dari rasa yang tersudut.. Dari hati yang terdesak.... Puisi kenapa hanya puisi.. Yang mau mendengarku.. Kenapa selalu puisi.. Tempatku mencurakan hati.. Kapanku mulai bicara... satu huruf pun ku tak mampu.. Bila hari ini ku tak mampu.. ku coba untuk pejamkan mataku.. Bermimpi untuk menyelami sebuah hati.. Yang mungkin tak ada tempat bagiku.. Semua akankah terus seperti ini.. Terbungkam,membisu,tak besuara.. Hingga tak terdengar suara hati.. Hilang suara.. Tak kuharap hilang yang kurasa.. Hilang cinta.. Kuharap aku tak luka.. Kucukupkan yang kuperlu.. Kupuaskan rasaku.. Akan kuhindari lukaku.. khan ku tunggu sang waktu.. Mulai berbicara padaku... |
|
Ketika malam mulai larut.. Ku terdiam.. Menatap bayangan yang selalu Menertawakanku.. Yang tak mengenal diriku... Berpikir begitu dalam.. Siapa diri ini sebenarnya.. Memalingkan muka... Seperti tak mau mengakui... Ini bukan diriku yang dulu... Aku tak seperti ini... Hentikan........ Teriakan yang ditertawakan sang malam.. Keheningan mulai terasa.. Dan suara tangisan mulai terdengar.. Siapa yang menangis... aku.... aku siapa tanyaku... Aku, Hatimu.... Diam.... Hilangkan semua yang kau rasa.. Jadilah dirimu yang dulu.. Yang tak seperti ini.. Yang tak mau direpotkan dunia.. Cukupkan semua... Terimalah yang ada.. Tak usah berharap yang lebih.. Jalanpun telah tercipta.. Tinggal bagaimana kau melangkah dan mewarnainya.. Terlihat, Bayanganpun mulai menyatu.. mengijinkanku mendampinginya.. terdengar suara "Aku ingin kau seperti dulu".. |
|
Izinkan aku untuk hatiku.. Walaupun kau telah tahu.. Tak ada hati untukku.. aku telah tahu.. Dia adalah bintangmu.. Dia adalah cinta sejatimu.. Hatimu pun hanya dirinya... Aku takut rasa ini akan tetap seperti ini... Menyiksa ketika sepiku.. Membebani ketika tidurku.. Aku harus bersyukur akan rasa ini, atau aku harus menangis karenanya.. Aku takut sendiri.. Sendiriku teringat dirimu.. Aku takut sepiku... Sepiku mencintaimu.. Tenangkan hati.. Tak terasa hariku adalah dirimu.. Tidurkan diri.. Tak terasa mimpiku menginginkanmu.. Malam selalu menjadi musuhku.. Yang merasa hati tak bernyali.. Atau ini salahku... Mencintai saatku tak menginginkannya.. Perselisihan batin yang tak berujung.. Lepaskan atau bertahan.. Hingga kulupa duniaku.. Hingga kulupa dimana sesungguhnya tempatku.. Tunjukan dengan caramu... Kuharus bertahan atau ... |