Archives: June 2007,
My Blogs Next Page


rock BILA RINDU BERDETIK - Subscribe
Ya Allah….
Bila hati ini merindui…
Padamu aku mengadu…
Bila jiwa ini resah gelisah
Padamu jua aku berserah..

Ya Allah….
Aku hanyalah hambamu yg lemah
Seringkali aku tersungkur dilembah
Dalam mencari nilai sebuah kemanusiaan
Dalam mengenal arti sebuah kehidupan

Ya Allah….
Aku cukup mentah untuk mengutip kesabaran
Lantaran sering ditempiaskan oleh kemarahan
Akhirnya rebah sendiri dibatas kekesalan….

Ya Allah….
Bantulah aku mencari kasihmu
Kerana ku tahu….
Aku tidak sekuat Rabiatul Adawiyah
Yang hanya padamu cintanya tercurah!
Pun jua bukan Siti Khadijah
Isteri kecintaan rasullah…!
Lalu nun disana….
Hati ini berbicara…

"Ya Allah………
Masih adakah lagi insan yg seperti mereka..
Sanggup pertaruhkan kesenangan dunia…
Yang cukup mudah melafazkannya
Tapi sukar untuk dikota……..?"
0 Comments
Mood: energized

rock BILA ALQURAN BERBICARA Jun 17th, 2007 12:13:28 am - Subscribe
Waktu engkau masih kanak-kanak
kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu',
Aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang
Aku kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih atau pun keras setiap hari
Setelah selesai engkau menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku
Apakah Aku bahan bacaan usang yang tinggal sejarah?

Menurutmu, mungkin aku bahan bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau, menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji

Sekarang, Aku tersimpan rapi sekali, sehingga engkau lupa di mana Aku tersimpan
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai pengisi setormu
Kadang kala Aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa

Atau Aku kau buat penangkal untuk menakuti iblis dan syaitan
Kini Aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian, kesepian

Di dalam almari , di dalam laci , aku engkau pendamkan
Dulu, pagi-pagi, surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman

Di waktu petang, Aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau

Sekarang, seawal pagi sambil minum kopi, engkau baca surat khabar dahulu
Waktu lapang engkau membaca buku karangan manusia
Sedangkan Aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Azzawajalla
Engkau engkau abaikan dan engkau lupakan

Waktu berangkat kerja pun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku (Bismillah)

Di dalam perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat di dalam keretamu
Sepanjang perjalanan, radiomu selalu tertuju ke stasyen radio kesukaanmu

Mengasyikkan...

Di meja kerjamu tidak ada Aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku

E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkuu pun kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan dunia mu

Benarlah dugaanku bahawa engkau kini sudah benar-benar hampir melupaiku

Bila malam tiba engkau tahan bersekang mata berjam-jam di depan TV Menonton siaran telivisyen
Di depan komputer berjam -jam engkau betah duduk Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

Waktupun cepat berlalu

Aku semakin kusam dalam laci-laci mu
Mengumpul debu atau mungkin dimakan hama
Seingatku, hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar
dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terangkak-rangkak ketika membacaku

Atau waktu kematian saudara atau taulan mu
Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba

Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya

Apakah TV, radio , hiburan atau komputer dapat menolong kamu?

Yang pasti ayat-ayat Allah s.w.t yang ada padaku menolong mu
Itu janji Rabbmu, Allah SWT

Sekarang engkau begitu enteng membuang
waktumu
Setiap saat berlalu
Dan akhirnya - kubur yang setia menunggu mu

Engkau pasti kembali, kembali kepada Rabbmu
Jika Aku engkau baca selalu dan engkau hayati

Di kuburmu nanti Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri

Dalam perjalanan ke alam akhirat
Dan Akulah "Al-Qur'an", kitab sucimu

Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu
Peganglah Aku kembali
Bacalah aku kembali setiap hari

Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat-ayat suci Yang berasal dari Allah Azzawajalla

Rabb Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah

Yang disampaikan oleh Jibril melalui Rasulmu
Keluarkanlah segera Aku dari almari, lacimu

Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu
Sentuhilah Aku kembali

Baca dan pelajari Aku lagi
Setiap datangnya pagi, petang dan malam hari walau secebis ayat

Seperti dulu
Waktu engkau masih kecil
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan engkau biarkan aku sendiri ....

Dalam bisu dan sepi ....




0 Comments
Mood: important

rock Cinta Pada Rasullah Jun 17th, 2007 9:38:56 am - Subscribe

Cinta pada Rasulullah

Oleh : Rahmat Hidayat Nasution

Mewujudkan cinta kepada Rasulullah Saw. agaknya memerlukan penyegaran kembali pada akhir-akhir ini. Cinta kepadanya merupakan tuntutan ajaran agama yang harus tertanam kokoh dalam diri setiap pribadi Muslim. Karena tidak akan dapat menggapai cinta Allah tanpa melalui “jalur” cinta Rasulullah Saw. Sebagaimana yang disitir al-Qur’an dalam surat Ali Imran ayat 31, “ Katakanlah (wahai Muhammad): Jika kamu benar-benar mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.”

Rasulullah merupakan “lampu” yang ditakdirkan Allah sebagai pembimbing manusia dalam beribadah kepada-Nya. Sehingga, dengan mengikuti dan meneladani sunnah-sunnah Rasulullah serta memperbanyak shalawat kepadanya akan menghantarkan kita ke arah inti cinta kepada Allah dan rasul-Nya. Dengan ungkapan lain, hanya dengan mengaktualisasikan kecintaan kepada Rasulullah yang diiringi mengikuti segala bentuk sikap dan perbuatan yang disandarkan kepada perilakunya, barulah seorang muslim dapat dikatakan mencintai Rasulullah. Karena “terminal” akhir dari rasa cinta kepada Rasulullah adanya peningkatan kualitas diri dalam pengamalan ajaran agama yang dibawanya. Karena itu, memang, benar-benar Rasulullah seorang kekasih Allah sehingga ia berani dengan lantang berkata, “Tidak sempurna iman seorang diantara kamu sehingga aku lebih dicintai dari ayahnya dan anaknya dan manusia sekalian.”(HR. Bukhari)

Pengakuan cinta kepada Rasulullah haruslah disertai perbuatan yang mencerminkan kecintaan kepadanya. Bila tidak, maka sama saja hal itu bohong adanya. Sehingga tak salah bila Hatim al-Asham mengatakan, “Siapa yang mengaku cinta kepada Rasulullah Saw. tanpa mau mengikuti perilakunya, maka ia adalah seorang pembohong.”

Ikutilah Tauladan Rasulullah

Rasulullah adalah ‘cermin’ perilaku yang mulia (khuluquhu al-Qur’an), dan bila diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari akan mampu menjadi penawar akan setiap persoalan yang ada. Misalnya saja, bagaimana cara Rasulullah bertoleransi, mengagas silaturrahmi antar umat, dan membina ukhuwah islamiyah di antara umat Islam. Sejatinya, inilah esensi utama yang kita ingat saat ingin menunjukkan bahwa Islam benar-benar agama penyebar kedamaian dan ketentraman (rahmatan lil ‘alamiin).

Bila ditilik sejarah, apa yang pernah terjadi pada diri kita juga pernah terjadi pada Rasulullah. Bila negara kita mengalami krisis multidimensi, di saat Rasulullah menjadi pemimpin juga pernah mengalami hal yang sama. Sejatinya, kita dapat bercermin bagaimana langkah Rasulullah mengatasi hal itu. Sayang, saat ini, umat Islam kurang bijaksana dalam menilai segala yang terjadi, baik berkaitan dengan pribadinya maupun negaranya.

Sejarah mencatat, situasi tanah Arab ketika Muhammad bin Abdullah dinobatkan menjadi rasul dalam kemerosotan yang sangat tajam. Antara satu suku dengan suku yang lain saling bermusuhan. Agama Yahudi dan Nasrani yang sebelumnya telah berkembang di benua Arab tak lagi memiliki daya untuk menahan laju kemerosotan moral. Di bidang politik, etika perpolitikan pada waktu telah diinjak-injak, sehingga kekuasaan dan kepemimpinan berdasarkan otot dan fisik. Hukum yang berlaku sama dengan hukum rimba, siapa yang kuat dia yang berkuasa. Akal dan kecerdasan tidak lagi mempunyai nilai dalam menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Di bidang ekonomi, alam “penghisap” kian merebak. Yang kaya semakin menjadi-jadi menindas yang miskin, tidak ada lagi rasa kemanusian antara yang kuat dengan yang lemah.

Kemerosotan dan kerusakan yang begitu parah itu dimaktubkan Allah di dalam al-Qur’an dengan visualisasi kata-kata yang tepat, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Qs. Ar-Ruum [30]: 41)

Kata “fasad” yang digunakan dalam ayat di atas mengandung cakupan makna dan pengertian yang cukup luas. Di samping memiliki makna kerusakan juga memiliki makna kemerosotan, kebinasaan, kekejaman, kebatilan, kekejian, kehancuran dan sebagainya. Dari sekian banyaknya makna yang tersimpan dalam kata “fasad”, pada intinya menunjukkan hal yang negatip.

Kehadiran Rasulullah yang “ditugaskan” di dunia ini untuk menolong manusia dari kehancuran dan kezaliman. Karena itu, lazim buat umatnya untuk selalu meneladani dan mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah, dan sebagaimana tugas Rasulullah sebagai qudwah hasanah.

Langkah Rasulullah menyelamatkan umat

Ketika kondisi tanah Arab bagaikan hutan rimba, prioritas utama yang menjadi garapan Rasulullah dan berhasil ia “jebol” adalah bidang akidah. Karena akidah adalah sumber utama dan akar “tunggal” dari kehidupan umat. Bila kita “bolak-balik” sejarah pada waktu, pada umumnya, sebagaian besar manusia tidak lagi mempercayai bahwa Allah Tuhan Yang Maha Esa. Sekalipun mereka percaya kepada Allah, namun mereka serikatkan Allah dengan hal-hal yang bersifat “binasa” dalam setiap peribadatannya. Pelbagai perbuatan syirik dilakonkan masyarakat Arab pada waktu. Maka tak ayal, bila Rasulullah selama 13 tahun di Makkah memperioritaskan keimanan dan ketauhidan kepada Allah. Hanya Allah tempat meminta dan memohon pertolongan. Inilah inti “gerak” Rasulullah di awal kerasulannya.

Dengan penggusuran paham syirik dan membangun akidah salimah dengan dasar ‘permanen’, akhirnya menyampaikan Rasulullah untuk merubah pola pikir manusia sebagai langkah selanjutnya. Tauhid yang digagas laksana air yang memancarkan air jernih dan bening ditengah kehausan bangsa Arab. Gagas tauhid merupakan energi utama untuk memotivasi dan mengalirkan perubahan-perubahan dalam aspek kehidupan manusia.

Setelah akidah masyarakat Arab kembali ke “rel” yang benar. Rasulullah dengan bijaksana merubah sistem sosial yang ada pada waktu itu. Sistem pemerintahan yang diktator dan semena-mena direnovasi dengan nilai-nilai demokrasi, musyawarah dan keadilan sosial. Tidak ada lagi penindasan yang kuat terhadap yang kecil. Di mata hukum semuanya dipandang sama. Segala tindakan dan pembaharuan dalam kehidupan politik hanya merujuk kepada keputusan yang “Abadi”, al-Qur’an.

Seiring dengan perenovasian sistem politik dan kekuasaan, Rasulullah juga berhasil ‘mendobrak’ lini ekonomi pada waktu itu. Pemberantasan kemiskinan dilakukan dengan gerakan zakat “produktif”. Setiap orang diberi kebebasan dan kesempatan untuk “mengais” kekayaan dan keuntungan, namun dengan ketetapan harus mengeluarkan zakat dan infak untuk menyantuni kaum yang lemah. Sehingga hal ini juga berimbas kepada penanaman rasa persaudaraan antar sesama. Tidak ada lagi diskriminasi antar masyarakat. Yang kaya dan yang miskin berkedudukan sama di mata Allah, hanya takwa yang membedakannya.

Adapun lini terakhir yang diajarkan Rasulullah adalah penanaman akhlak. Bidang ini mampu meningkatkan perubahan yang pesat pada diri masyarakat pada waktu itu, karena Rasulullah sendiri memvisualisasikan inti-inti akhlak yang mulia itu. Dengan kekokohan bangunan akhlak yang digagas Rasulullah, lambat laun sifat-sifat tercela yang semula mendarah daging itu terlepas dan tergusur dari realitas kehidupan. Tak ada lagi ayah membunuh anak perempuannya, tidak ada perempasan harta anak yatim dan penindasan terhadap wanita.

Sungguh akhlak Rasulullah sangat tinggi dan mulia, bahkan Allah Swt. memaktubkan ketinggian akhlaknya di dalam kalam-Nya, “Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Qs. Al-Qalam [68]: 4)

Demikianlah langkah Rasulullah merubah umat manusia. Hanya tinggal manusia yang hidup saat ini berkewajiban untuk meneladani dan mengikuti langkahnya tersebut. Semoga Allah senantiasa memberikan taufik-Nya kepada kita sehingga kita dapat mengikuti jejak Rasulullah dan sebagai bukti bahwa kita cinta Rasulullah Saw. “Siapa yang mencintai sunnahku, maka sungguh ia telah mencintai aku dan ia pun kelak bersamaku di surga ” (al-hadits). Bit-Taufiq

Penulis adalah mahasiswa universitas al-Azhar Kairo, Mesir, Fakultas Syariah Islamiyah, tingkat IV, dan kru media TëROBOSAN Kairo, Mesir.
1 Comments
Mood: smiley

rock Do'a Robi'ah Jun 20th, 2007 1:15:36 pm - Subscribe
DO'A-DO'A ROBI'AH

Ya Alloh,...............
apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini,
berikanlah kepada musuh-musuhMu,
dan apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
berikanlah kepada Sahabat-sahabat-Mu,
karena Engkau sendiri cukuplah bagiku.

Ya Alloh,.......
Jika aku menyembahMu karena aku takut kepada neraka,
bakarlah aku di dalam neraka,
dan jika aku menyembahMu karena mengharap surga,
campakkanlah aku dari dalam surga,
tetapi jika aku menyembahMu demi Engkau semata,
janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu yang abadi kepadaku.

Ya Alloh,.......
semua jerih payahku dan semua hasratku di antara segala kesenangan-kesenangan dunia,
ini adalah untuk mengingat Engkau.
Dan di akhirat nanti,
di antara segala kesenangan-kesenganan akhirat,
adalah untuk berjumpa denganMu.
Begitulah halnya dengan diriku,
seperti yang telah kukatakan.
Kini,.....
perbuatlah seperti yang Engkau kehendaki.
0 Comments
Mood: independent

rock 60 Pintu Pahala Dan Pelebur Dosa Jun 20th, 2007 1:18:20 pm - Subscribe
60 Pintu Pahala Dan Pelebur Dosa

Segala puji bagi Allah Rabb alam semesta, shalawat dan
salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad saw
dan utusan yang paling mulia. Risalah ini ditujukan
kepada setiap muslim yang beribadah kepada Allah
semata dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu
apapun.

Tujuan utama yang sangat urgen bagi setiap muslim
adalah ia keluar meninggalkan dunia fana ini dengan
ampunan Allah dari segala dosa sehingga Allah tidak
menghisabnya pada hari Kiamat, dan memasukkannya ke
dalam surga kenikmatan, hidup kekal didalamnya, tidak
keluar selama-lamanya.

Di dalam risalah yang sederhana ini kami sampaikan
beberapa amalan yang dapat melebur dosa dan membawa
pahala yang besar, yang kesemuanya bersumber dari
hadist-hadist yang shahih. Kita bermohon kepada Allah
yang Maha Hidup, yang tiada Tuhan yang haq selain Dia,
untuk menerima segala amalan kita. Sesungguhnya Ia
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

1. TAUBAT
"Barangsiapa yang bertobat sebelum matahari terbit
dari barat, niscaya Allah akan mengampuninya" HR.
Muslim, No. 2703. "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla
menerima tobat seorang hamba selama ruh belum sampai
ketenggorokan".

2. KELUAR UNTUK MENUNTUT ILMU
"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu,
niscaya Allah memudahkan baginya dengan (ilmu) itu
jalan menuju surga" HR. Muslim, No. 2699.

3. SENANTIASA MENGINGAT ALLAH
"Inginkah kalian aku tunjukkan kepada amalan-amalan
yang terbaik, tersuci disisi Allah, tertinggi dalam
tingkatan derajat, lebih utama daripada mendermakan
emas dan perak, dan lebih baik daripada menghadapi
musuh lalu kalian tebas batang lehernya, dan merekapun
menebas batang leher kalian. Mereka berkata: "Tentu",
lalu beliau bersabda: (( Zikir kepada Allah Ta`ala ))"
HR. At Turmidzi, No. 3347.

4. BERBUAT YANG MA`RUF DAN MENUNJUKKAN JALAN KEBAIKAN
"Setiap yang ma`ruf adalah shadaqah, dan orang yang
menunjukkan jalan kepada kebaikan (akan mendapat
pahala) seperti pelakunya" HR. Bukhari, Juz. X/ No.
374 dan Muslim, No. 1005.





5. BERDA`WAH KEPADA ALLAH
"Barangsiapa yang mengajak (seseorang) kepada petunjuk
(kebaikan), maka baginya pahala seperti pahala orang
yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka
sedikitpun" HR. Muslim, No. 2674.

6. MENGAJAK YANG MA`RUF DAN MENCEGAH YANG MUNGKAR.
"Barangsiapa diantara kalian melihat suatu
kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran
itu dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan
lisannya, jika ia tidak mampu (pula) maka dengan
hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman" HR.
Muslim, No. 804.

7. MEMBACA AL QUR`AN
"Bacalah Al Qur`an, karena sesungguhnya ia akan datang
pada hari kiamat untuk memberikan syafa`at kepada
pembacanya" HR. Muslim, No. 49.

8. MEMPELAJARI AL QUR`AN DAN MENGAJARKANNYA
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al
Qur`an & mengajarkannya " HR. Bukhari, Juz. IX/No. 66.

9. MENYEBARKAN SALAM
"Kalian tidak akan masuk surga sehingga beriman, dan
tidaklah kalian beriman (sempurna) sehingga berkasih
sayang. Maukah aku tunjukan suatu amalan yang jika
kalian lakukan akan menumbuhkan kasih sayang di antara
kalian? (yaitu) sebarkanlah salam" HR. Muslim, No.54.

10. MENCINTAI KARENA ALLAH
"Sesungguhnya Allah Ta`ala berfirman pada hari kiamat:
((Di manakah orang-orang yang mencintai karena
keagungan-Ku? Hari ini Aku akan menaunginya dalam
naungan-Ku, pada hari yang tiada naungan selain
naungan-Ku))" HR. Muslim, No. 2566.

11. MEMBESUK ORANG SAKIT
"Tiada seorang muslim pun membesuk orang muslim yang
sedang sakit pada pagi hari kecuali ada 70.000
malaikat bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan
apabila ia menjenguk pada sore harinya mereka akan
shalawat kepadanya hingga pagi hari, dan akan
diberikan kepadanya sebuah taman di surga" HR.
Tirmidzi, No. 969.

12. MEMBANTU MELUNASI HUTANG
"Barangsiapa meringankan beban orang yang dalam
kesulitan maka Allah akan meringankan bebannya di
dunia dan di akhirat" HR. Muslim, No.2699.





13. MENUTUP AIB ORANG LAIN
"Tidaklah seorang hamba menutup aib hamba yang lain di
dunia kecuali Allah akan menutupi aibnya di hari
kiamat" HR. Muslim, No. 2590.

14. MENYAMBUNG TALI SILATURAHMI
"Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana
Allah) seraya berkata: "Barangsiapa yang menyambungku
maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan
barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan
memutuskan hubungan dengannya" HR. Bukhari, Juz. X/No.
423 dan HR. Muslim, No. 2555.

15. BERAKHLAK YANG BAIK
"Rasulullah SAW ditanya tentang apa yang paling banyak
memasukkan manusia ke dalam surga, maka beliau
menjawab: "Bertakwa kepada Allah dan berbudi pekerti
yang baik" HR. Tirmidzi, No. 2003.

16. JUJUR
"Hendaklah kalian berlaku jujur karena kejujuran itu
menunjukan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukan
jalan menuju surga" HR. Bukhari Juz. X/No. 423 dan HR.
Muslim., No. 2607.

17. MENAHAN MARAH
"Barangsiapa menahan marah padahal ia mampu
menampakkannya maka kelak pada hari kiamat Allah akan
memanggilnya di hadapan para makhluk dan menyuruhnya
untuk memilih bidadari yang ia sukai" HR. Tirmidzi,
No. 2022.

18. MEMBACA DO`A PENUTUP MAJLIS
"Barangsiapa yang duduk dalam suatu majlis dan banyak
terjadi di dalamnya kegaduhan lalu sebelum berdiri
dari duduknya ia membaca do`a: (Maha Suci Engkau Ya
Allah dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa Tidak
ada Ilah (Tuhan) yang berhak disembah kecuali Engkau,
aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu) melainkan ia
akan diampuni dari dosa-dosanya selama ia berada di
majlis tersebut" HR. Tirmidzi, Juz III/No. 153.

19. SABAR
“Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim baik
berupa malapetaka, kegundahan, rasa letih, kesedihan,
rasa sakit, kesusahan sampai-sampai duri yang
menusuknya kecuali Allah akan melebur dengannya
kesalahan-kesalahannya" HR. Bukhari, Juz. X/No. 91.






20. BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA
"Sangat celaka, sangat celaka, sangat celaka...!
Kemudian ditanyakan: Siapa ya Rasulullah?, beliau
bersabda: ((Barangsiapa yang mendapati kedua orang
tuanya atau salah satunya di masa lanjut usia kemudian
ia tidak bisa masuk surga))" HR. Muslim, No. 2551.

21. BERUSAHA MEMBANTU PARA JANDA DAN MISKIN
"Orang yang berusaha membantu para janda dan fakir
miskin sama halnya dengan orang yang berjihad di jalan
Allah" dan saya (perawi-pent) mengira beliau berkata:
((Dan seperti orang melakukan qiyamullail yang tidak
pernah jenuh, dan seperti orang berpuasa yang tidak
pernah berbuka" HR. Bukhari, Juz. X/No. 366.

22. MENANGGUNG BEBAN HIDUP ANAK YATIM
"Saya dan penanggung beban hidup anak yatim itu di
surga seperti begini," seraya beliau menunjukan kedua
jarinya: jari telunjuk dan jari tengah.HR. Bukhari,
Juz. X/No. 365.

23. WUDHU`
"Barangsiapa yang berwudhu`, kemudian ia memperbagus
wudhu`nya maka keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya,
hingga keluar dari ujung kukunya" HR. Muslim, No. 245.

24. BERSYAHADAT SETELAH BERWUDHU`
Barangsiapa berwudhu` lalu memperbagus wudhu`nya
kemudian ia mengucapkan: (Saya bersaksi bahwa tiada
Tuhan yang haq selain Allah tiada sekutu bagi-Nya, dan
saya bersaksi bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya,Ya
Allah jadikanlah aku termasuk orang yang bertobat dan
jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci),"
maka dibukakan baginya pintu-pintu surga dan ia dapat
memasukinya dari pintu mana saja yang ia kehendaki"
HR. Muslim, No. 234.

25. MENGUCAPKAN DO`A SETELAH AZAN
"Barangsiapa mengucapkan do`a ketika ia mendengar
seruan azan: ((Ya Allah pemilik panggilan yang
sempurna dan shalat yang ditegakkan, berilah Muhammad
wasilah (derajat paling tinggi di surga) dan
kelebihan, dan bangkitkanlah ia dalam kedudukan
terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya)) maka ia
berhak mendapatkan syafa`atku pada hari kiamat"HR.
Bukhari, Juz. II/No. 77.

26. MEMBANGUN MASJID
"Barangsiapa membangun masjid karena mengharapkan
keridhaan Allah maka dibangunkan baginya yang serupa
di surga" HR. Bukhari, No. 450.





27. BERSIWAK
"Seandainya saya tidak mempersulit umatku niscaya saya
perintahkan mereka untuk bersiwak pada setiap shalat"
HR. Bukhari II/No. 331 dan HR. Muslim, No. 252.

28. BERANGKAT KE MASJID
"Barangsiapa berangkat ke masjid pada waktu pagi atau
sore, niscaya Allah mempersiapkan baginya tempat
persinggahan di surga setiap kali ia berangkat pada
waktu pagi atau sore" HR. Bukhari, Juz. II/No. 124 dan
HR. Muslim, No. 669.

29. SHALAT LIMA WAKTU
"Tiada seorang muslim kedatangan waktu shalat fardhu
kemudian ia memperbagus wudhu`nya, kekhusyu`annya dan
ruku`nya kecuali hal itu menjadi pelebur dosa-dosa
yang dilakukan sebelumnya selama ia tidak dilanggar
suatu dosa besar. Dan yang demikian itu berlaku
sepanjang masa" HR. Muslim, No. 228.

30. SHALAT SUBUH DAN ASHAR
"Barangsiapa shalat pada dua waktu pagi dan sore
(subuh dan ashar) maka ia masuk surga" HR. Bukhari,
Juz. II/No. 43.

31. SHALAT JUM`AT
"Barangsiapa berwudhu` lalu memperindahnya, kemudian
ia menghadiri shalat Jum`at, mendengar dan menyimak
(khutbah) maka diampuni dosanya yang terjadi antara
Jum`at pada hari itu dengan Jum`at yang lain dan
ditambah lagi tiga hari" HR. Muslim, 857.

32. SAAT DIKABULKANNYA PERMOHONAN PADA HARI JUM`AT
"Pada hari ini terdapat suatu saat bilamana seorang
hamba muslim bertepatan dengannya sedangkan ia berdiri
shalat seraya bermohon kepada Allah sesuatu, tiada
lain ia akan dikabulkan permohonannya"HR. Bukhari,
Juz. II/No. 344 dan HR. Muslim, No. 852.

33. MENGIRINGI SHALAT FARDHU DENGAN SHALAT SUNNAT
RAWATIB
"Tiada seorang hamba muslim shalat karena Allah setiap
hari 12 rakaat sebagai shalat sunnat selain shalat
fardhu, kecuali Allah membangunkan baginya rumah di
surga" HR. Muslim, No. 728.

34. SHALAT 2 (DUA) RAKAAT SETELAH MELAKUKAN DOSA
"Tiada seorang hamba yang melakukan dosa, lalu ia
berwudhu` dengan sempurna kemudian berdiri melakukan
shalat 2 rakaat, lalu memohon ampunan Allah, melainkan
Allah mengampuninya" HR. Abu Daud, No.1521.




35. SHALAT MALAM
"Shalat yang paling afdhal setelah shalat fardhu
adalah shalat malam" HR. Muslim, No. 1163.

36. SHALAT DHUHA
"Setiap persendian dari salah seorang di antara kalian
pada setiap paginya memiliki kewajiban sedekah,
sedangkan setiap tasbih itu sedekah, setiap tahmid itu
sedekah, setiap tahlil itu sedekah, setiap takbir itu
sedekah, memerintahkan kepada yang makruf itu sedekah
dan mencegah dari yang mungkar itu sedekah, tetapi
semuanya itu dapat terpenuhi dengan melakukan shalat 2
rakaat dhuha" HR. Muslim, No. 720.

37. SHALAWAT KEPADA NABI SAW
"Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali maka Allah
membalas shalawatnya itu sebanyak 10 kali" HR. Muslim,
No. 384.

38. PUASA
"Tiada seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah
melainkan Allah menjauhkannya karena puasa itu dari
neraka selama 70 tahun" HR. Bukhari, Juz. VI/No. 35.

39. PUASA 3 (TIGA) HARI PADA SETIAP BULAN
"Puasa 3 (tiga) hari pada setiap bulan merupakan puasa
sepanjang masa" HR. Bukhari, Juz. IV/No. 192 dan HR.
Muslim, No. 1159.

40. PUASA 6 (ENAM) HARI PADA BULAN SYAWAL
"Barangsiapa melakukan puasa Ramadhan, lalu ia
mengiringinya dengan puasa 6 hari pada bulan Syawal
maka hal itu seperti puasa sepanjang masa" HR. Muslim,
1164.

41. PUASA `ARAFAT
"Puasa pada hari `Arafat (9 Dzulhijjah) dapat melebur
(dosa-dosa) tahun yang lalu dan yang akan datang" HR.
Muslim, No. 1162.

42. PUASA `ASYURA
"Dan dengan puasa hari `Asyura (10 Muharram) saya
berharap kepada Allah dapat melebur dosa-dosa setahun
sebelumnya" HR. Muslim,No. 1162.

43. MEMBERI HIDANGAN BERBUKA BAGI ORANG YANG BERPUASA
"Barangsiapa yang memberi hidangan berbuka bagi orang
yang berpuasa maka baginya pahala seperti pahala orang
berpuasa itu, dengan tidak mengurangi pahalanya
sedikitpun" HR. Tirmidzi, No. 807.





44. SHALAT DI MALAM LAILATUL QADR
"Barangsiapa mendirikan shalat di (malam) Lailatul
Qadr karena iman dan mengharap pahala, niscaya
diampuni dosa-dosanya yang telah lalu"HR. Bukhari Juz.
IV/No. 221 dan HR. Muslim, No. 1165.

45. SEDEKAH
"Sedekah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air
memadamkan api" HR. Tirmidzi, No. 2616.

46. HAJI DAN UMRAH
"Dari umrah ke umrah berikutnya merupakan kaffarah
(penebus dosa) yang terjadi di antara keduanya, dan
haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali
surga" HR. Muslim, No. 1349.

47. BERAMAL SHALIH PADA 10 HARI BULAN DZULHIJJAH
"Tiada hari-hari, beramal shalih pada saat itu lebih
dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu 10 hari
pada bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: "Dan
tidak (pula) jihad di jalan Allah? Beliau bersabda:
"Tidak (pula) jihad di jalan Allah, kecuali orang yang
keluar dengan jiwa dan hartanya kemudian ia tidak
kembali lagi dengan membawa sesuatu apapun" HR.
Bukhari, Juz. II/No. 381.

48. JIHAD DI JALAN ALLAH
"Bersiap siaga satu hari di jalan Allah adalah lebih
baik daripada dunia dan seisinya, dan tempat pecut
salah seorang kalian di surga adalah lebih baik
daripada dunia dan seisinya" HR. Bukhari, Juz. VI/No.
11.

49. INFAQ DI JALAN ALLAH
"Barangsiapa membantu persiapan orang yang berperang
maka ia (termasuk) ikut berperang, dan barangsiapa
membantu mengurusi keluarga orang yang berperang, maka
iapun (juga) termasuk ikut berperang" HR. Bukhari,
Juz.VI/No. 37 dan HR. Muslim, No. 1895.

50. MENSHALATI MAYIT DAN MENGIRINGI JENAZAH
"Barangsiapa ikut menyaksikan jenazah sampai
dishalatkan maka ia memperoleh pahala satu qirat, dan
barangsiapa yang menyaksikannya sampai dikubur maka
baginya pahala dua qirat. Lalu dikatakan: "Apakah dua
qirat itu?", beliau menjawab: ((Seperti dua gunung
besar))" HR. Bukhari, Juz. III/No. 158.

51. MENJAGA LIDAH DAN KEMALUAN
"Siapa yang menjamin bagiku "sesuatu" antara dua
dagunya dan dua selangkangannya, maka aku jamin
baginya surga" HR. Bukhari, Juz. II/No. 264 dan HR.
Muslim, No. 265.

52. KEUTAMAAN MENGUCAPKAN LAA ILAHA ILLALLAH &
SUBHANALLAH WA BI HAMDIH
"Barangsiapa mengucapkan: sehari seratus kali, maka
baginya seperti memerdekakan 10 budak, dan dicatat
baginya 100 kebaikan,dan dihapus darinya 100
kesalahan, serta doanya ini menjadi perisai baginya
dari syaithan pada hari itu sampai sore. Dan tak
seorangpun yang mampu menyamai hal itu, kecuali
seseorang yang melakukannya lebih banyak darinya". Dan
beliau bersabda: "Barangsiapa mengucapkan: satu hari
100 kali, maka dihapuskan dosa-dosanya sekalipun
seperti buih di lautan" HR. Bukhari, Juz. II/No. 168
dan HR. Muslim, No. 2691.

53. MENYINGKIRKAN GANGGUAN DARI JALAN
"Saya telah melihat seseorang bergelimang di dalam
kenikmatan surga dikarenakan ia memotong pohon dari
tengah-tengah jalan yang mengganggu orang-orang" HR.
Muslim.

54. MENDIDIK DAN MENGAYOMI ANAK PEREMPUAN
"Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan, di mana ia
melindungi, menyayangi, dan menanggung beban
kehidupannya maka ia pasti akan mendapatkan surga" HR.
Ahmad dengan sanad yang baik.

55. BERBUAT BAIK KEPADA HEWAN
"Ada seseorang melihat seekor anjing yang menjilat-
jilat debu karena kehausan maka orang itu mengambil
sepatunya dan memenuhinya dengan air kemudian
meminumkannya pada anjing tersebut, maka Allah
berterimakasih kepadanya dan memasukkannya ke dalam
surga" HR. Bukhari.

57. MENINGGALKAN PERDEBATAN
"Aku adalah pemimpin rumah di tengah surga bagi siapa
saja yang meninggalkan perdebatan padahal ia dapat
memenangkannya"HR. Abu Daud.

58. MENGUNJUNGI SAUDARA-SAUDARA SEIMAN
(Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang para
penghuni surga? Mereka berkata: "Tentu wahai
Rasulullah", maka beliau bersabda: "Nabi itu di surga,
orang yang jujur di surga, dan orang yang mengunjungi
saudaranya yang sangat jauh dan dia tidak
mengunjunginya kecuali karena Allah maka ia di
surga")) Hadits hasan, riwayat At-Thabrani.

59. KETAATAN SEORANG ISTRI TERHADAP SUAMINYA
"Apabila seorang perempuan menjaga shalatnya yang lima
waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menjaga
kemaluannya serta menaati suaminya maka ia akan masuk
surga melalui pintu mana saja yang ia kehendaki" HR.
Ibnu Hibban, hadits shahih.

60. TIDAK MEMINTA-MINTA KEPADA ORANG LAIN
"Barangsiapa yang menjamin dirinya kepadaku untuk
tidak meminta-minta apapun kepada manusia maka aku
akan jamin ia masuk surga" Hadits shahih, riwayat
Ahlus Sunan.

Wa min Allah at Tawfiq
0 Comments
Mood: superior