|
Ya Allah…. Bila hati ini merindui… Padamu aku mengadu… Bila jiwa ini resah gelisah Padamu jua aku berserah.. Ya Allah…. Aku hanyalah hambamu yg lemah Seringkali aku tersungkur dilembah Dalam mencari nilai sebuah kemanusiaan Dalam mengenal arti sebuah kehidupan Ya Allah…. Aku cukup mentah untuk mengutip kesabaran Lantaran sering ditempiaskan oleh kemarahan Akhirnya rebah sendiri dibatas kekesalan…. Ya Allah…. Bantulah aku mencari kasihmu Kerana ku tahu…. Aku tidak sekuat Rabiatul Adawiyah Yang hanya padamu cintanya tercurah! Pun jua bukan Siti Khadijah Isteri kecintaan rasullah…! Lalu nun disana…. Hati ini berbicara… "Ya Allah……… Masih adakah lagi insan yg seperti mereka.. Sanggup pertaruhkan kesenangan dunia… Yang cukup mudah melafazkannya Tapi sukar untuk dikota……..?" |
|
Waktu engkau masih kanak-kanak kau laksana kawan sejatiku Dengan wudu', Aku kau sentuh dalam keadaan suci Aku kau pegang Aku kau junjung dan kau pelajari Aku engkau baca dengan suara lirih atau pun keras setiap hari Setelah selesai engkau menciumku mesra Sekarang engkau telah dewasa Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku Apakah Aku bahan bacaan usang yang tinggal sejarah? Menurutmu, mungkin aku bahan bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu Atau, menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji Sekarang, Aku tersimpan rapi sekali, sehingga engkau lupa di mana Aku tersimpan Aku sudah engkau anggap hanya sebagai pengisi setormu Kadang kala Aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa Atau Aku kau buat penangkal untuk menakuti iblis dan syaitan Kini Aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian, kesepian Di dalam almari , di dalam laci , aku engkau pendamkan Dulu, pagi-pagi, surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman Di waktu petang, Aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau Sekarang, seawal pagi sambil minum kopi, engkau baca surat khabar dahulu Waktu lapang engkau membaca buku karangan manusia Sedangkan Aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Azzawajalla Engkau engkau abaikan dan engkau lupakan Waktu berangkat kerja pun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku (Bismillah) Di dalam perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat di dalam keretamu Sepanjang perjalanan, radiomu selalu tertuju ke stasyen radio kesukaanmu Mengasyikkan... Di meja kerjamu tidak ada Aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkuu pun kau abaikan Engkau terlalu sibuk dengan urusan dunia mu Benarlah dugaanku bahawa engkau kini sudah benar-benar hampir melupaiku Bila malam tiba engkau tahan bersekang mata berjam-jam di depan TV Menonton siaran telivisyen Di depan komputer berjam -jam engkau betah duduk Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah Waktupun cepat berlalu Aku semakin kusam dalam laci-laci mu Mengumpul debu atau mungkin dimakan hama Seingatku, hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali Itupun hanya beberapa lembar dariku Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu Engkaupun kini terangkak-rangkak ketika membacaku Atau waktu kematian saudara atau taulan mu Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya Apakah TV, radio , hiburan atau komputer dapat menolong kamu? Yang pasti ayat-ayat Allah s.w.t yang ada padaku menolong mu Itu janji Rabbmu, Allah SWT Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu Setiap saat berlalu Dan akhirnya - kubur yang setia menunggu mu Engkau pasti kembali, kembali kepada Rabbmu Jika Aku engkau baca selalu dan engkau hayati Di kuburmu nanti Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan Yang akan membantu engkau membela diri Dalam perjalanan ke alam akhirat Dan Akulah "Al-Qur'an", kitab sucimu Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu Peganglah Aku kembali Bacalah aku kembali setiap hari Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat-ayat suci Yang berasal dari Allah Azzawajalla Rabb Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah Yang disampaikan oleh Jibril melalui Rasulmu Keluarkanlah segera Aku dari almari, lacimu Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu Sentuhilah Aku kembali Baca dan pelajari Aku lagi Setiap datangnya pagi, petang dan malam hari walau secebis ayat Seperti dulu Waktu engkau masih kecil Di surau kecil kampungmu yang damai Jangan engkau biarkan aku sendiri .... Dalam bisu dan sepi .... |
|
Cinta pada Rasulullah Oleh : Rahmat Hidayat Nasution Mewujudkan cinta kepada Rasulullah Saw. agaknya memerlukan penyegaran kembali pada akhir-akhir ini. Cinta kepadanya merupakan tuntutan ajaran agama yang harus tertanam kokoh dalam diri setiap pribadi Muslim. Karena tidak akan dapat menggapai cinta Allah tanpa melalui “jalur” cinta Rasulullah Saw. Sebagaimana yang disitir al-Qur’an dalam surat Ali Imran ayat 31, “ Katakanlah (wahai Muhammad): Jika kamu benar-benar mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Rasulullah merupakan “lampu” yang ditakdirkan Allah sebagai pembimbing manusia dalam beribadah kepada-Nya. Sehingga, dengan mengikuti dan meneladani sunnah-sunnah Rasulullah serta memperbanyak shalawat kepadanya akan menghantarkan kita ke arah inti cinta kepada Allah dan rasul-Nya. Dengan ungkapan lain, hanya dengan mengaktualisasikan kecintaan kepada Rasulullah yang diiringi mengikuti segala bentuk sikap dan perbuatan yang disandarkan kepada perilakunya, barulah seorang muslim dapat dikatakan mencintai Rasulullah. Karena “terminal” akhir dari rasa cinta kepada Rasulullah adanya peningkatan kualitas diri dalam pengamalan ajaran agama yang dibawanya. Karena itu, memang, benar-benar Rasulullah seorang kekasih Allah sehingga ia berani dengan lantang berkata, “Tidak sempurna iman seorang diantara kamu sehingga aku lebih dicintai dari ayahnya dan anaknya dan manusia sekalian.”(HR. Bukhari) Pengakuan cinta kepada Rasulullah haruslah disertai perbuatan yang mencerminkan kecintaan kepadanya. Bila tidak, maka sama saja hal itu bohong adanya. Sehingga tak salah bila Hatim al-Asham mengatakan, “Siapa yang mengaku cinta kepada Rasulullah Saw. tanpa mau mengikuti perilakunya, maka ia adalah seorang pembohong.” Ikutilah Tauladan Rasulullah Rasulullah adalah ‘cermin’ perilaku yang mulia (khuluquhu al-Qur’an), dan bila diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari akan mampu menjadi penawar akan setiap persoalan yang ada. Misalnya saja, bagaimana cara Rasulullah bertoleransi, mengagas silaturrahmi antar umat, dan membina ukhuwah islamiyah di antara umat Islam. Sejatinya, inilah esensi utama yang kita ingat saat ingin menunjukkan bahwa Islam benar-benar agama penyebar kedamaian dan ketentraman (rahmatan lil ‘alamiin). Bila ditilik sejarah, apa yang pernah terjadi pada diri kita juga pernah terjadi pada Rasulullah. Bila negara kita mengalami krisis multidimensi, di saat Rasulullah menjadi pemimpin juga pernah mengalami hal yang sama. Sejatinya, kita dapat bercermin bagaimana langkah Rasulullah mengatasi hal itu. Sayang, saat ini, umat Islam kurang bijaksana dalam menilai segala yang terjadi, baik berkaitan dengan pribadinya maupun negaranya. Sejarah mencatat, situasi tanah Arab ketika Muhammad bin Abdullah dinobatkan menjadi rasul dalam kemerosotan yang sangat tajam. Antara satu suku dengan suku yang lain saling bermusuhan. Agama Yahudi dan Nasrani yang sebelumnya telah berkembang di benua Arab tak lagi memiliki daya untuk menahan laju kemerosotan moral. Di bidang politik, etika perpolitikan pada waktu telah diinjak-injak, sehingga kekuasaan dan kepemimpinan berdasarkan otot dan fisik. Hukum yang berlaku sama dengan hukum rimba, siapa yang kuat dia yang berkuasa. Akal dan kecerdasan tidak lagi mempunyai nilai dalam menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Di bidang ekonomi, alam “penghisap” kian merebak. Yang kaya semakin menjadi-jadi menindas yang miskin, tidak ada lagi rasa kemanusian antara yang kuat dengan yang lemah. Kemerosotan dan kerusakan yang begitu parah itu dimaktubkan Allah di dalam al-Qur’an dengan visualisasi kata-kata yang tepat, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Qs. Ar-Ruum [30]: 41) Kata “fasad” yang digunakan dalam ayat di atas mengandung cakupan makna dan pengertian yang cukup luas. Di samping memiliki makna kerusakan juga memiliki makna kemerosotan, kebinasaan, kekejaman, kebatilan, kekejian, kehancuran dan sebagainya. Dari sekian banyaknya makna yang tersimpan dalam kata “fasad”, pada intinya menunjukkan hal yang negatip. Kehadiran Rasulullah yang “ditugaskan” di dunia ini untuk menolong manusia dari kehancuran dan kezaliman. Karena itu, lazim buat umatnya untuk selalu meneladani dan mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah, dan sebagaimana tugas Rasulullah sebagai qudwah hasanah. Langkah Rasulullah menyelamatkan umat Ketika kondisi tanah Arab bagaikan hutan rimba, prioritas utama yang menjadi garapan Rasulullah dan berhasil ia “jebol” adalah bidang akidah. Karena akidah adalah sumber utama dan akar “tunggal” dari kehidupan umat. Bila kita “bolak-balik” sejarah pada waktu, pada umumnya, sebagaian besar manusia tidak lagi mempercayai bahwa Allah Tuhan Yang Maha Esa. Sekalipun mereka percaya kepada Allah, namun mereka serikatkan Allah dengan hal-hal yang bersifat “binasa” dalam setiap peribadatannya. Pelbagai perbuatan syirik dilakonkan masyarakat Arab pada waktu. Maka tak ayal, bila Rasulullah selama 13 tahun di Makkah memperioritaskan keimanan dan ketauhidan kepada Allah. Hanya Allah tempat meminta dan memohon pertolongan. Inilah inti “gerak” Rasulullah di awal kerasulannya. Dengan penggusuran paham syirik dan membangun akidah salimah dengan dasar ‘permanen’, akhirnya menyampaikan Rasulullah untuk merubah pola pikir manusia sebagai langkah selanjutnya. Tauhid yang digagas laksana air yang memancarkan air jernih dan bening ditengah kehausan bangsa Arab. Gagas tauhid merupakan energi utama untuk memotivasi dan mengalirkan perubahan-perubahan dalam aspek kehidupan manusia. Setelah akidah masyarakat Arab kembali ke “rel” yang benar. Rasulullah dengan bijaksana merubah sistem sosial yang ada pada waktu itu. Sistem pemerintahan yang diktator dan semena-mena direnovasi dengan nilai-nilai demokrasi, musyawarah dan keadilan sosial. Tidak ada lagi penindasan yang kuat terhadap yang kecil. Di mata hukum semuanya dipandang sama. Segala tindakan dan pembaharuan dalam kehidupan politik hanya merujuk kepada keputusan yang “Abadi”, al-Qur’an. Seiring dengan perenovasian sistem politik dan kekuasaan, Rasulullah juga berhasil ‘mendobrak’ lini ekonomi pada waktu itu. Pemberantasan kemiskinan dilakukan dengan gerakan zakat “produktif”. Setiap orang diberi kebebasan dan kesempatan untuk “mengais” kekayaan dan keuntungan, namun dengan ketetapan harus mengeluarkan zakat dan infak untuk menyantuni kaum yang lemah. Sehingga hal ini juga berimbas kepada penanaman rasa persaudaraan antar sesama. Tidak ada lagi diskriminasi antar masyarakat. Yang kaya dan yang miskin berkedudukan sama di mata Allah, hanya takwa yang membedakannya. Adapun lini terakhir yang diajarkan Rasulullah adalah penanaman akhlak. Bidang ini mampu meningkatkan perubahan yang pesat pada diri masyarakat pada waktu itu, karena Rasulullah sendiri memvisualisasikan inti-inti akhlak yang mulia itu. Dengan kekokohan bangunan akhlak yang digagas Rasulullah, lambat laun sifat-sifat tercela yang semula mendarah daging itu terlepas dan tergusur dari realitas kehidupan. Tak ada lagi ayah membunuh anak perempuannya, tidak ada perempasan harta anak yatim dan penindasan terhadap wanita. Sungguh akhlak Rasulullah sangat tinggi dan mulia, bahkan Allah Swt. memaktubkan ketinggian akhlaknya di dalam kalam-Nya, “Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Qs. Al-Qalam [68]: 4) Demikianlah langkah Rasulullah merubah umat manusia. Hanya tinggal manusia yang hidup saat ini berkewajiban untuk meneladani dan mengikuti langkahnya tersebut. Semoga Allah senantiasa memberikan taufik-Nya kepada kita sehingga kita dapat mengikuti jejak Rasulullah dan sebagai bukti bahwa kita cinta Rasulullah Saw. “Siapa yang mencintai sunnahku, maka sungguh ia telah mencintai aku dan ia pun kelak bersamaku di surga ” (al-hadits). Bit-Taufiq Penulis adalah mahasiswa universitas al-Azhar Kairo, Mesir, Fakultas Syariah Islamiyah, tingkat IV, dan kru media TëROBOSAN Kairo, Mesir. |
|
DO'A-DO'A ROBI'AH Ya Alloh,............... apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini, berikanlah kepada musuh-musuhMu, dan apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di akhirat nanti, berikanlah kepada Sahabat-sahabat-Mu, karena Engkau sendiri cukuplah bagiku. Ya Alloh,....... Jika aku menyembahMu karena aku takut kepada neraka, bakarlah aku di dalam neraka, dan jika aku menyembahMu karena mengharap surga, campakkanlah aku dari dalam surga, tetapi jika aku menyembahMu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu yang abadi kepadaku. Ya Alloh,....... semua jerih payahku dan semua hasratku di antara segala kesenangan-kesenangan dunia, ini adalah untuk mengingat Engkau. Dan di akhirat nanti, di antara segala kesenangan-kesenganan akhirat, adalah untuk berjumpa denganMu. Begitulah halnya dengan diriku, seperti yang telah kukatakan. Kini,..... perbuatlah seperti yang Engkau kehendaki. |
|
60 Pintu Pahala Dan Pelebur Dosa Segala puji bagi Allah Rabb alam semesta, shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad saw dan utusan yang paling mulia. Risalah ini ditujukan kepada setiap muslim yang beribadah kepada Allah semata dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Tujuan utama yang sangat urgen bagi setiap muslim adalah ia keluar meninggalkan dunia fana ini dengan ampunan Allah dari segala dosa sehingga Allah tidak menghisabnya pada hari Kiamat, dan memasukkannya ke dalam surga kenikmatan, hidup kekal didalamnya, tidak keluar selama-lamanya. Di dalam risalah yang sederhana ini kami sampaikan beberapa amalan yang dapat melebur dosa dan membawa pahala yang besar, yang kesemuanya bersumber dari hadist-hadist yang shahih. Kita bermohon kepada Allah yang Maha Hidup, yang tiada Tuhan yang haq selain Dia, untuk menerima segala amalan kita. Sesungguhnya Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 1. TAUBAT "Barangsiapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat, niscaya Allah akan mengampuninya" HR. Muslim, No. 2703. "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menerima tobat seorang hamba selama ruh belum sampai ketenggorokan". 2. KELUAR UNTUK MENUNTUT ILMU "Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah memudahkan baginya dengan (ilmu) itu jalan menuju surga" HR. Muslim, No. 2699. 3. SENANTIASA MENGINGAT ALLAH "Inginkah kalian aku tunjukkan kepada amalan-amalan yang terbaik, tersuci disisi Allah, tertinggi dalam tingkatan derajat, lebih utama daripada mendermakan emas dan perak, dan lebih baik daripada menghadapi musuh lalu kalian tebas batang lehernya, dan merekapun menebas batang leher kalian. Mereka berkata: "Tentu", lalu beliau bersabda: (( Zikir kepada Allah Ta`ala ))" HR. At Turmidzi, No. 3347. 4. BERBUAT YANG MA`RUF DAN MENUNJUKKAN JALAN KEBAIKAN "Setiap yang ma`ruf adalah shadaqah, dan orang yang menunjukkan jalan kepada kebaikan (akan mendapat pahala) seperti pelakunya" HR. Bukhari, Juz. X/ No. 374 dan Muslim, No. 1005. 5. BERDA`WAH KEPADA ALLAH "Barangsiapa yang mengajak (seseorang) kepada petunjuk (kebaikan), maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun" HR. Muslim, No. 2674. 6. MENGAJAK YANG MA`RUF DAN MENCEGAH YANG MUNGKAR. "Barangsiapa diantara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan lisannya, jika ia tidak mampu (pula) maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman" HR. Muslim, No. 804. 7. MEMBACA AL QUR`AN "Bacalah Al Qur`an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat untuk memberikan syafa`at kepada pembacanya" HR. Muslim, No. 49. 8. MEMPELAJARI AL QUR`AN DAN MENGAJARKANNYA "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur`an & mengajarkannya " HR. Bukhari, Juz. IX/No. 66. 9. MENYEBARKAN SALAM "Kalian tidak akan masuk surga sehingga beriman, dan tidaklah kalian beriman (sempurna) sehingga berkasih sayang. Maukah aku tunjukan suatu amalan yang jika kalian lakukan akan menumbuhkan kasih sayang di antara kalian? (yaitu) sebarkanlah salam" HR. Muslim, No.54. 10. MENCINTAI KARENA ALLAH "Sesungguhnya Allah Ta`ala berfirman pada hari kiamat: ((Di manakah orang-orang yang mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku akan menaunginya dalam naungan-Ku, pada hari yang tiada naungan selain naungan-Ku))" HR. Muslim, No. 2566. 11. MEMBESUK ORANG SAKIT "Tiada seorang muslim pun membesuk orang muslim yang sedang sakit pada pagi hari kecuali ada 70.000 malaikat bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan apabila ia menjenguk pada sore harinya mereka akan shalawat kepadanya hingga pagi hari, dan akan diberikan kepadanya sebuah taman di surga" HR. Tirmidzi, No. 969. 12. MEMBANTU MELUNASI HUTANG "Barangsiapa meringankan beban orang yang dalam kesulitan maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan di akhirat" HR. Muslim, No.2699. 13. MENUTUP AIB ORANG LAIN "Tidaklah seorang hamba menutup aib hamba yang lain di dunia kecuali Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat" HR. Muslim, No. 2590. 14. MENYAMBUNG TALI SILATURAHMI "Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata: "Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya" HR. Bukhari, Juz. X/No. 423 dan HR. Muslim, No. 2555. 15. BERAKHLAK YANG BAIK "Rasulullah SAW ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga, maka beliau menjawab: "Bertakwa kepada Allah dan berbudi pekerti yang baik" HR. Tirmidzi, No. 2003. 16. JUJUR "Hendaklah kalian berlaku jujur karena kejujuran itu menunjukan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukan jalan menuju surga" HR. Bukhari Juz. X/No. 423 dan HR. Muslim., No. 2607. 17. MENAHAN MARAH "Barangsiapa menahan marah padahal ia mampu menampakkannya maka kelak pada hari kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk dan menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai" HR. Tirmidzi, No. 2022. 18. MEMBACA DO`A PENUTUP MAJLIS "Barangsiapa yang duduk dalam suatu majlis dan banyak terjadi di dalamnya kegaduhan lalu sebelum berdiri dari duduknya ia membaca do`a: (Maha Suci Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa Tidak ada Ilah (Tuhan) yang berhak disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu) melainkan ia akan diampuni dari dosa-dosanya selama ia berada di majlis tersebut" HR. Tirmidzi, Juz III/No. 153. 19. SABAR “Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim baik berupa malapetaka, kegundahan, rasa letih, kesedihan, rasa sakit, kesusahan sampai-sampai duri yang menusuknya kecuali Allah akan melebur dengannya kesalahan-kesalahannya" HR. Bukhari, Juz. X/No. 91. 20. BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA "Sangat celaka, sangat celaka, sangat celaka...! Kemudian ditanyakan: Siapa ya Rasulullah?, beliau bersabda: ((Barangsiapa yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya di masa lanjut usia kemudian ia tidak bisa masuk surga))" HR. Muslim, No. 2551. 21. BERUSAHA MEMBANTU PARA JANDA DAN MISKIN "Orang yang berusaha membantu para janda dan fakir miskin sama halnya dengan orang yang berjihad di jalan Allah" dan saya (perawi-pent) mengira beliau berkata: ((Dan seperti orang melakukan qiyamullail yang tidak pernah jenuh, dan seperti orang berpuasa yang tidak pernah berbuka" HR. Bukhari, Juz. X/No. 366. 22. MENANGGUNG BEBAN HIDUP ANAK YATIM "Saya dan penanggung beban hidup anak yatim itu di surga seperti begini," seraya beliau menunjukan kedua jarinya: jari telunjuk dan jari tengah.HR. Bukhari, Juz. X/No. 365. 23. WUDHU` "Barangsiapa yang berwudhu`, kemudian ia memperbagus wudhu`nya maka keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya, hingga keluar dari ujung kukunya" HR. Muslim, No. 245. 24. BERSYAHADAT SETELAH BERWUDHU` Barangsiapa berwudhu` lalu memperbagus wudhu`nya kemudian ia mengucapkan: (Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq selain Allah tiada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya,Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci)," maka dibukakan baginya pintu-pintu surga dan ia dapat memasukinya dari pintu mana saja yang ia kehendaki" HR. Muslim, No. 234. 25. MENGUCAPKAN DO`A SETELAH AZAN "Barangsiapa mengucapkan do`a ketika ia mendengar seruan azan: ((Ya Allah pemilik panggilan yang sempurna dan shalat yang ditegakkan, berilah Muhammad wasilah (derajat paling tinggi di surga) dan kelebihan, dan bangkitkanlah ia dalam kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya)) maka ia berhak mendapatkan syafa`atku pada hari kiamat"HR. Bukhari, Juz. II/No. 77. 26. MEMBANGUN MASJID "Barangsiapa membangun masjid karena mengharapkan keridhaan Allah maka dibangunkan baginya yang serupa di surga" HR. Bukhari, No. 450. 27. BERSIWAK "Seandainya saya tidak mempersulit umatku niscaya saya perintahkan mereka untuk bersiwak pada setiap shalat" HR. Bukhari II/No. 331 dan HR. Muslim, No. 252. 28. BERANGKAT KE MASJID "Barangsiapa berangkat ke masjid pada waktu pagi atau sore, niscaya Allah mempersiapkan baginya tempat persinggahan di surga setiap kali ia berangkat pada waktu pagi atau sore" HR. Bukhari, Juz. II/No. 124 dan HR. Muslim, No. 669. 29. SHALAT LIMA WAKTU "Tiada seorang muslim kedatangan waktu shalat fardhu kemudian ia memperbagus wudhu`nya, kekhusyu`annya dan ruku`nya kecuali hal itu menjadi pelebur dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya selama ia tidak dilanggar suatu dosa besar. Dan yang demikian itu berlaku sepanjang masa" HR. Muslim, No. 228. 30. SHALAT SUBUH DAN ASHAR "Barangsiapa shalat pada dua waktu pagi dan sore (subuh dan ashar) maka ia masuk surga" HR. Bukhari, Juz. II/No. 43. 31. SHALAT JUM`AT "Barangsiapa berwudhu` lalu memperindahnya, kemudian ia menghadiri shalat Jum`at, mendengar dan menyimak (khutbah) maka diampuni dosanya yang terjadi antara Jum`at pada hari itu dengan Jum`at yang lain dan ditambah lagi tiga hari" HR. Muslim, 857. 32. SAAT DIKABULKANNYA PERMOHONAN PADA HARI JUM`AT "Pada hari ini terdapat suatu saat bilamana seorang hamba muslim bertepatan dengannya sedangkan ia berdiri shalat seraya bermohon kepada Allah sesuatu, tiada lain ia akan dikabulkan permohonannya"HR. Bukhari, Juz. II/No. 344 dan HR. Muslim, No. 852. 33. MENGIRINGI SHALAT FARDHU DENGAN SHALAT SUNNAT RAWATIB "Tiada seorang hamba muslim shalat karena Allah setiap hari 12 rakaat sebagai shalat sunnat selain shalat fardhu, kecuali Allah membangunkan baginya rumah di surga" HR. Muslim, No. 728. 34. SHALAT 2 (DUA) RAKAAT SETELAH MELAKUKAN DOSA "Tiada seorang hamba yang melakukan dosa, lalu ia berwudhu` dengan sempurna kemudian berdiri melakukan shalat 2 rakaat, lalu memohon ampunan Allah, melainkan Allah mengampuninya" HR. Abu Daud, No.1521. 35. SHALAT MALAM "Shalat yang paling afdhal setelah shalat fardhu adalah shalat malam" HR. Muslim, No. 1163. 36. SHALAT DHUHA "Setiap persendian dari salah seorang di antara kalian pada setiap paginya memiliki kewajiban sedekah, sedangkan setiap tasbih itu sedekah, setiap tahmid itu sedekah, setiap tahlil itu sedekah, setiap takbir itu sedekah, memerintahkan kepada yang makruf itu sedekah dan mencegah dari yang mungkar itu sedekah, tetapi semuanya itu dapat terpenuhi dengan melakukan shalat 2 rakaat dhuha" HR. Muslim, No. 720. 37. SHALAWAT KEPADA NABI SAW "Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali maka Allah membalas shalawatnya itu sebanyak 10 kali" HR. Muslim, No. 384. 38. PUASA "Tiada seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah melainkan Allah menjauhkannya karena puasa itu dari neraka selama 70 tahun" HR. Bukhari, Juz. VI/No. 35. 39. PUASA 3 (TIGA) HARI PADA SETIAP BULAN "Puasa 3 (tiga) hari pada setiap bulan merupakan puasa sepanjang masa" HR. Bukhari, Juz. IV/No. 192 dan HR. Muslim, No. 1159. 40. PUASA 6 (ENAM) HARI PADA BULAN SYAWAL "Barangsiapa melakukan puasa Ramadhan, lalu ia mengiringinya dengan puasa 6 hari pada bulan Syawal maka hal itu seperti puasa sepanjang masa" HR. Muslim, 1164. 41. PUASA `ARAFAT "Puasa pada hari `Arafat (9 Dzulhijjah) dapat melebur (dosa-dosa) tahun yang lalu dan yang akan datang" HR. Muslim, No. 1162. 42. PUASA `ASYURA "Dan dengan puasa hari `Asyura (10 Muharram) saya berharap kepada Allah dapat melebur dosa-dosa setahun sebelumnya" HR. Muslim,No. 1162. 43. MEMBERI HIDANGAN BERBUKA BAGI ORANG YANG BERPUASA "Barangsiapa yang memberi hidangan berbuka bagi orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti pahala orang berpuasa itu, dengan tidak mengurangi pahalanya sedikitpun" HR. Tirmidzi, No. 807. 44. SHALAT DI MALAM LAILATUL QADR "Barangsiapa mendirikan shalat di (malam) Lailatul Qadr karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu"HR. Bukhari Juz. IV/No. 221 dan HR. Muslim, No. 1165. 45. SEDEKAH "Sedekah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api" HR. Tirmidzi, No. 2616. 46. HAJI DAN UMRAH "Dari umrah ke umrah berikutnya merupakan kaffarah (penebus dosa) yang terjadi di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga" HR. Muslim, No. 1349. 47. BERAMAL SHALIH PADA 10 HARI BULAN DZULHIJJAH "Tiada hari-hari, beramal shalih pada saat itu lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu 10 hari pada bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: "Dan tidak (pula) jihad di jalan Allah? Beliau bersabda: "Tidak (pula) jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya kemudian ia tidak kembali lagi dengan membawa sesuatu apapun" HR. Bukhari, Juz. II/No. 381. 48. JIHAD DI JALAN ALLAH "Bersiap siaga satu hari di jalan Allah adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya, dan tempat pecut salah seorang kalian di surga adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya" HR. Bukhari, Juz. VI/No. 11. 49. INFAQ DI JALAN ALLAH "Barangsiapa membantu persiapan orang yang berperang maka ia (termasuk) ikut berperang, dan barangsiapa membantu mengurusi keluarga orang yang berperang, maka iapun (juga) termasuk ikut berperang" HR. Bukhari, Juz.VI/No. 37 dan HR. Muslim, No. 1895. 50. MENSHALATI MAYIT DAN MENGIRINGI JENAZAH "Barangsiapa ikut menyaksikan jenazah sampai dishalatkan maka ia memperoleh pahala satu qirat, dan barangsiapa yang menyaksikannya sampai dikubur maka baginya pahala dua qirat. Lalu dikatakan: "Apakah dua qirat itu?", beliau menjawab: ((Seperti dua gunung besar))" HR. Bukhari, Juz. III/No. 158. 51. MENJAGA LIDAH DAN KEMALUAN "Siapa yang menjamin bagiku "sesuatu" antara dua dagunya dan dua selangkangannya, maka aku jamin baginya surga" HR. Bukhari, Juz. II/No. 264 dan HR. Muslim, No. 265. 52. KEUTAMAAN MENGUCAPKAN LAA ILAHA ILLALLAH & SUBHANALLAH WA BI HAMDIH "Barangsiapa mengucapkan: sehari seratus kali, maka baginya seperti memerdekakan 10 budak, dan dicatat baginya 100 kebaikan,dan dihapus darinya 100 kesalahan, serta doanya ini menjadi perisai baginya dari syaithan pada hari itu sampai sore. Dan tak seorangpun yang mampu menyamai hal itu, kecuali seseorang yang melakukannya lebih banyak darinya". Dan beliau bersabda: "Barangsiapa mengucapkan: satu hari 100 kali, maka dihapuskan dosa-dosanya sekalipun seperti buih di lautan" HR. Bukhari, Juz. II/No. 168 dan HR. Muslim, No. 2691. 53. MENYINGKIRKAN GANGGUAN DARI JALAN "Saya telah melihat seseorang bergelimang di dalam kenikmatan surga dikarenakan ia memotong pohon dari tengah-tengah jalan yang mengganggu orang-orang" HR. Muslim. 54. MENDIDIK DAN MENGAYOMI ANAK PEREMPUAN "Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan, di mana ia melindungi, menyayangi, dan menanggung beban kehidupannya maka ia pasti akan mendapatkan surga" HR. Ahmad dengan sanad yang baik. 55. BERBUAT BAIK KEPADA HEWAN "Ada seseorang melihat seekor anjing yang menjilat- jilat debu karena kehausan maka orang itu mengambil sepatunya dan memenuhinya dengan air kemudian meminumkannya pada anjing tersebut, maka Allah berterimakasih kepadanya dan memasukkannya ke dalam surga" HR. Bukhari. 57. MENINGGALKAN PERDEBATAN "Aku adalah pemimpin rumah di tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan padahal ia dapat memenangkannya"HR. Abu Daud. 58. MENGUNJUNGI SAUDARA-SAUDARA SEIMAN (Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang para penghuni surga? Mereka berkata: "Tentu wahai Rasulullah", maka beliau bersabda: "Nabi itu di surga, orang yang jujur di surga, dan orang yang mengunjungi saudaranya yang sangat jauh dan dia tidak mengunjunginya kecuali karena Allah maka ia di surga")) Hadits hasan, riwayat At-Thabrani. 59. KETAATAN SEORANG ISTRI TERHADAP SUAMINYA "Apabila seorang perempuan menjaga shalatnya yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menjaga kemaluannya serta menaati suaminya maka ia akan masuk surga melalui pintu mana saja yang ia kehendaki" HR. Ibnu Hibban, hadits shahih. 60. TIDAK MEMINTA-MINTA KEPADA ORANG LAIN "Barangsiapa yang menjamin dirinya kepadaku untuk tidak meminta-minta apapun kepada manusia maka aku akan jamin ia masuk surga" Hadits shahih, riwayat Ahlus Sunan. Wa min Allah at Tawfiq |