My Friends: Cherry
My Blogs


Cherry Hikmah dibalik penciptaan Wanita - Subscribe
wanita tercipta bukan lah dari tulang ubun-ubun,
sejatinya agar ia tidak menjadi tinggi (hati)

dia juga tidak tercipta dari tulang tumit kaki,
agar tidak di injak-injak (harga dirinya)

Namun ia tercipta dari tulang rusuk sebelah kiri,
didekat hati agar ia dicintai...
dan terletak di dekat tangan,
sejatinya agar ia dilindungi

By: Ratu Karitasurya (Cherry)
2 Comments
Mood: Smile
Catatan: Inspiring for woman

Cherry Jam Piket Organ Tubuh Jul 9th, 2006 10:39:07 pm - Subscribe
JAM PIKET ORGAN TUBUH

LAMBUNG
Jam 07.00 - 09.00
Jam piket organ lambung sedang kuat, sebaiknya makan pagi untuk proses
pembentukan energi tubuh sepanjang hari. Minum jus atau ramuan
sebaiknya
sebelum sarapan pagi, perut masih kosong sehingga zat yang berguna
segera
terserap tubuh.

LIMPA
Jam 09.00 - 11.00
Jam piket organ limpa kuat, dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk
energi pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi
limpa
lemah. Kurangi konsumsi gula, lemak, minyak dan protein hewani.

JANTUNG
Jam 11.00 - 13.00
Jam piket organ jantung kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah
fisik,
ambisi dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah .

HATI
jam 13.00 - 15.00
Jam piket organ hati lemah, bila orang tidur, darah merah berkumpul
dalam
organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati. Apabila fungsi
hati
kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.

PARU-PARU
Jam 15.00 - 17.00
Jam piket organ paru-paru lemah, diperlukan istirahat, tidur untuk
proses
pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru


GINJAL
jam 17.00 - 19.00
Jam piket organ ginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar karena
terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.

LAMBUNG
Jam 19.00 - 21.00
Jam piket organ lambung lemah sebaiknya tidak mengkonsumsi makan yang
sulit
dicerna atau lama dicerna atau lebih baik sudah berhenti makan

LIMPA
Jam 21.00 - 23.00
Jam piket organ limpa lemah, terjadi proses pembuangan racun dan proses
regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik
yang
menenangkan jiwa, untuk meningkatkan imunitas.

JANTUNG
Jam 23.00 - 01.00
Jam piket organ jantung lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur,
apabila
masih terus bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.


HATI
Jam 01.00 - 03.00
Jam piket organ hati kuat. Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil
metabolisme tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada
kotoran
dan gangguan mata. Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.


PARU-PARU
Jam 03.00 - 05.00
Jam piket organ paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun
pada
organ paru-paru, apabila terjadi batuk, bersin-bersin dan berkeringat
menandakan adanya gangguan fungsi paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk
olah
nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat.

USUS BESAR
Jam 05.00 - 07.00
Jam piket organ usus besar kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur




0 Comments
Mood: Healty
Catatan: ::Semoga bermanfaat::

Cherry Menanti Pergi Yang Tak Kembali Jul 7th, 2006 3:04:30 am - Subscribe
Yang muda yang bersantai diri
Yang tua yang mengingat mati
Mengapa yang muda tak hiraukan Ilahi
Mengapa yang tua sibuk mengingati

Karenakah yang tua merasa dekati mati
Karenakah yang muda masih lama mati
Tidakkah kita bersadar diri
Ajal dini bisa menjemput diri

Sesungguhnya...

Tiada sia-sia tiap sesuatu dicipta-Nya
Melainkan setiapnya penuh manfaat
Sarat petunjuk dan peringatan
Bagi orang-orang yang memperhatikan

Sayang nian banyak tiada menyadari
Begitu banyak manusia melalaikan diri
Terbuai tipu daya duniawi
Terlupa kampung halaman tempat kembali

~untuk diriku yang sering lupa~
0 Comments
Mood: cuddly
Catatan: Sesungguhnya Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan mati

Cherry Akhlaq Jul 7th, 2006 2:10:13 am - Subscribe
Oleh : Imam asy Syafi`i

Kala mema'afkan, aku tidak iri pada siapa pun
Aku tenangkan jiwaku dari keinginan bermusuhan
Sesungguhnya aku ucapkan selamat pada musuhku saat melihatnya
Agar dapat menangkal kejahatannya dengan ucapan-ucapan selamat tersebut
Manusia yang paling nampak bagi seseorang adalah yang paling dibencinya
Sebagaimana rasa cinta telah menyumbat hatiku
Manusia itu penyakit dan penyakit manusia adalah kedekatan dengan mereka
Namun mengasingkan mereka adalah pula memutus kasih sayang
0 Comments
Mood: Santai

Cherry Keranjingan Internet & menulis... Jul 6th, 2006 3:08:58 am - Subscribe
sekarang aku lagi menekuni salah satu hobby baruku, yakni buat Blog pribadi dan mengisinya dengan tulisan2 dari aku pribadi, tentang diaryku, kegiatan aku, pokoknya everything about me lah yang pasti. tapi ada juga sumbangan dari teman2, yang memang aku 'todong' tulisannya untuk menambah ramai 'suasana' blog ku, dan sekarang aku jadi nempel terus sama komputer ku, jadi makin rajin wakuncar sama internet, terus sekarang tiap malam saat mau tidur aku selalu nulis ttg kejadian saat siangnya yang sudah aku alami, yang enak kah, gak enak kah. pokoknya sekarang lagi istiqomah menulis. harapanku sih kedepan semoga aku bisa menulis lebih banyak hal2 yang bermanfaat dan hasil tulisanku bermanfaat buat orang banyak. tapi memang efeknya suatu hal yang berlebihan itu pasti gak baik, kalo lagi asik nulis kadang2 aku jadi menomor 2 kan pekerjaan ku (walaupun gak sampai terbengkalai) soalnya kadang2 ada Sidak dari boss, eh gak taunya dia udah berdiri dibelakangku tapi akunya lagi buka-buka blog, jadi malu gitu deh... cool.gif sekarang aku punya 2 blog selain disini, aku juga buat di Multiply, kalo di AEONITY ku akui memang cepat sekali proses input tulisannya tapi sayangnya Background atau theme nya gak terlalu menarik selain itu untuk upload photo or gambar agak susah, padahal kan tulisan lebih bagus kalau disertai gambar yang mendukung (tul gak???) kalau di Multiply, sebenarnya sih udah menampung semua aspirasi menulisku, bahkan untuk background dan upload photonya Ok's Banget, tapi yah itu penampilan ga menipu, kadang yang bikin jengkel aku harus refresh lagi, refresh lagi karena lamaaaaa banget.
0 Comments
Mood: pusiiiing

Cherry NAFAS PERJUANGAN Jul 5th, 2006 9:44:20 pm - Subscribe
Seandainya Nafasku masih Panjang
Perjuangan ku kan tetap berjalan

Seandainya nafasku semakin pendek
Perjuangan ku tak akan mandeg

Jika Nafasku mulai terputus-putus
Perjuanganku akan tetap berada di Jalan yang Lurus...

dan bila pada akhirnya Nafasku telah terhenti
suatu saat nanti,
Akhir kehidupan, ku harap hanyalah Ridho Illahi

Created by : Ratu karitasurya (Cherry)
0 Comments
Mood: Masih tetap bersemangat
Catatan: Puisi ini merupakan sumber motivasiku disaat diriku mulai lengah

Cherry Ketika harus berjilbab (Memorabilia Bersama Ayah-2) Jul 5th, 2006 3:36:54 am - Subscribe
Masa apakah yang paling membahagiakan bagi setiap orang? Mm.. rata-rata orang akan menjawab Masa Remaja adalah masa dimana setiap orang merasa bahagia, disaat tubuh sedang kuat untuk melakukan apa saja, menentukan arah jati diri yang sedang dicari, mulai tertarik dengan lawan jenis, ingin terlihat menarik di depan orang lain. Well, singkatnya mengekspresikan diri menuju kebebasan.
Hal itu juga terjadi pada diriku, kongkow sama teman-teman sekolah, window shopping ke Mall (walaupun sebenarnya gak beli apa-apa), apalagi sebagai seorang cewek, mungkin fitrahnya selalu ingin mengikuti mode yang sedang in.

Masa remajaku

Ayah saya termasuk orang yang sangat keras dalam mendidik anak-anaknya, termasuk dalam hal Agama, dulu Aku ingat sekali ketika masih berumur 10 tahun dan belum mau sholat juga, Ayah memarahiku dan berkata akan menghentikan uang jajanku selama satu minggu kalau Aku tidak mau sholat, yah demi uang jajan kala itu, akhirnya Aku pun melaksanakan Sholat walaupun sambil menangis. Semakin beranjak remaja terjadi perubahan secara fisik pada diriku, di saat itu Ayah mulai memberikan arahan agar Aku menutup Aurat dengan memakai jilbab. Huaaaa…! Mendengarnya saja sudah membuat aku phobia apalagi mengenakannya, Dasar Keras Kepala. Walaupun Aku setuju dengan perintahnya untuk mengenakan busana muslimah ke sekolah dan bepergian, tapi kalau main ke tetangga atau ke rumah teman terdekat, yah biasa saja. Rupanya kelakuanku terlihat juga oleh beliau, tapi kali ini beliau punya jurus Ampuh, ketika aku keluar rumah tanpa jilbab beliau langsung memanggil dan mengajakku jalan-jalan, Wow! Ajaib biasanya kalau Aku disuruh pulang ke rumah itu tandanya aku pasti diomeli lagi, tapi kali ini malah diajak ke Toko Busana Muslimah di Mall, rupanya Ayah mengajakku untuk membelikan baju muslimah untukku, senang sekaligus heran terhadap kelakuan Ayah, Pasti ada udang di balik bakwan kataku dalam hati dan ternyata Ayah memang sudah menyiapkan sejuta rencana, begitu aku lulus SD aku akan dimasukkan ke ‘Kandang Macan’ ini sebutan khusus bagiku untuk istilah pondok Pesantren. Rencana Ayah untuk memasukkan ku Ke PonPes di luar kota tidak berjalan mulus, karena begitu pengumuman kelulusan tiba, Aku nekat pergi sendiri mendaftar ke SMP Umum Favorit di Bilangan Jatinegara, pulang pendaftaran Aku langsung menyerahkan formulir dan perjanjian Siswa baru ke Ayahku sambil mengatakan bahwa Aku sudah diterima di sekolah tersebut, Ayah terkejut begitu mendengar hasilnya. Aku tersenyum penuh kemenangan.

Hingga hidayah itu datang……
Dibalik setiap kejadian pasti selalu ada hikmah, dan Aku yakin bahwa ini merupakan Program skenario Allah, aku diperbolehkan masuk SMP umum oleh Ayah tapi dengan satu syarat HARUS TETAP BERJILBAB. Walaupun syarat yang diajukan sangat berat buatku, tapi setidaknya aku lepas dari ‘Kandang Macan’, mulailah di SMP tersebut aku mengikuti berbagai macam kegiatan organisasi, mulai dari OSIS, Paduan Suara, PMR dan juga Organisasi ROHIS di sekolahku. Di saat itulah hidayah itu datang, seiring dengan intensitas ku mengikuti acara-acara ROHIS, ada seorang Kakak Alumni Ikhwan yang sangat menarik perhatianku (maklum cinta monyet), aku berusaha keras agar mendapat perhatiannya, tapi ia membalas dengan memberikan tausiah dan nasehat-nasehatnya, terutama tentang Hijab,. Karena Aku berjilbab di sekolah, dia sering menjadikan aku contoh di depan teman-temanku yang lain, sebagai contoh Muslimah pelajar (Hiks! Jadi malu deh) padahal aku belum se-kaafah yang dia kira, dari kejadian itu aku lantas merenung dan berpikir, hingga suatu hari dia memberikan sebuah artikel yang berjudul “menjadi Muslimah kaafah”, dalam artikel tersebut dijelaskan keutamaan seorang wanita sholehah dan ganjaran bagi wanita durhaka. Yah inilah Cinta sejati, setelah membaca artikel tersebut aku bertekad akan menutup aurat ku tidak setengah-setengah, bukan karena si dia, bukan karena desakan ayah, tapi semata-mata karena Lillahi ta’ala. Soal Ayahku? Jangan Tanya betapa senangnya beliau melihat perubahan sikapku.

Perjalanan ini penuh onak dan duri

Menjelang Ebtanas (sekitar tahun 199cool.gif Kepala Sekolah membuat kebijakan yang membuat aku jadi ‘gerah’, kebijakan klasik intinya photo STTB harus kelihatan telinga (tanggung amat Pak! Bilang aja kalau harus buka jilbab) sungguh ironi bagi negara yang katanya mengusung demokrasi, setiap hari aku dipanggil oleh Kepala Sekolah mengenai hal photo tersebut, aku stress dan jadi pemurung, bagaimana tidak, aku mendapat tekanan psikologis dari pihak sekolah, disaat sedang belajar aku dipanggil, disaat sedang ulangan dipanggil lagi. Banyak guru dan teman yang bersimpati terhadap pendirianku, namun tidak sedikit yang menyarankan agar aku menuruti kemauan pihak sekolah. Huh! Susah payah aku meraih hidayah ini, tak akan kulepas semudah itu. Pokoknya tekad ku hanya satu ‘Berjuang hingga lembar jilbab penghabisan’. Tidak tahan memendam persoalan tersebut sendirian aku laporkan permasalahan ini pada pihak yang berwajib (eit bukan kepolisian lho! Tapi yang wajib menjaga kehormatan putrinya) siapa lagi kalau bukan Ayah. Selain itu konsolidasi dengan teman-teman ROHIS dan alumni gencar aku lakukan, reaksinya sangat beragam, Ada yang mengusulkan agar melakukan demo, ada yang mendukung untuk tetap bertahan dan ada yang mengusulkan supaya dilakukan dialog diplomatis. Aku memilih yang terakhir, lebih kalem. Hari yang ditentukan tiba, ayahku, teman-teman Rohis dan perwakilan Alumni mengadakan dialog dengan pihak sekolah, dari dialog yang berjalan cukup alot itu, berakhir dengan happy ending, aku boleh memakai jilbab untuk pas photo STTB Alhamdulillah. Thank you Allah, Thank’s my Dad n Friends.

To My Dad Thanx for love n support, 4 All of My Friends keep Istiqomah, teruntuk kakak ku yang menghantarkanku ke gerbang hidayah-NYA, moga kau tetap diberikan hidayah untuk selalu di jalan-NYA.

Penulis : Ratu Karitasurya
1 Comments
Mood: Istiqomah
Catatan: yang baik ambil sebagai pelajaran yang buruk harap ditinggalkan

Cherry Aliran Sesat dan menyesatkan Jul 4th, 2006 10:45:11 pm - Subscribe
Posting by : Ahmad Akbar (HMI)

Pernahkah dalam suatu perjalanan tiba-tiba tersesat ? Apa yang kita rasakan ? Kebingungan, pikiran bergejolak, saling menyalahkan teman seperjalanan, takut kehabisan bekal, dan kelelahan fisik mental yang mendera.

Kesesatan identik dengan kebuntuan, kegelapan dan meraba-raba. Hidup dalam kesesatan hanya selalu berdasarkan rabaan prasangka dan judi. Mental judi kalau menang menepuk dada kalau kalah panas dan selalu ingin menuntaskan permainan sampai tetes keringat terakhir.

Kesesatan dan kegelapan hanyalah karena obyek itu tidak disinari cahaya, baik cahaya keilmuan ataupun cahaya sesungguhnya. Cahaya keilmuan adalah cahaya logika berdasarkan keputusan indera yang dibakukan menjadi kebenaran temporer. Sedangkan "cahaya sesungguhnya" sebagai kubah tak terbatas yang menjadikan semua mahluk benar adanya dan selalu “dihidupi”. Cahaya ada yang berujud nyata seperti cahaya lampu senter sampai cahaya yang tak terlihat sinarnya namun terang benderang tak terbantahkan.

Sesungguhnya obyek mahluk tidak dapat memendarkan cahaya dari dirinya sendiri. Ia hanya ditimpa cahaya dan akhirnya terlihat. Ia hanya mendapat anugerah, mendapat hidayah dari pengarah cahaya. Objek yang tak tersinari menjadi gelap tak terlihat. Ini karena sang pemilik cahaya tidak mengarahkan cahayanya kepada objek tersebut. Pengarahan cahaya ke obyek tersebut adalah hak prerogratif sang pemilik sahaya. Sesat dan gelapnya objek hanya sang pemilk cahaya yang berhak menentukan.

Akhir-akhir ini marak lagi tuduhan sesat yang jelas dimunculkan tentu saja bukan untuk golongan sendiri apalagi untuk menuduh diri sendiri. Menuduh orang lain sesat kalau disadari ternyata sangat-sangat butuh keberanian luar biasa karena sesat dan hidayah bagaikan dua sisa keping mata uang yang tak bisa dipisahkan dari “genggaman” Allah. Karena hanya Allah lah pemegang hak prerogratif untuk menyematkan kedua hal itu pada mahluk yang dikehendaki.
Namun betapa beraninya kita melangkahi hak-hak Allah. Kita membaca ayat-ayat Nya bukan lagi untuk menelanjangi diri. Bukan lagi untuk mengelupas lapisan demi lapisan yang menyempitkan dada. Secara sadar membaca ayat Allah disamakan dengan menghafal pasal-pasal buatan manusia sambil diam-diam menyematkan lencana penegak hukum ke dada sendiri. Mengkudeta halus posisi Al Hakim Menyublimkan diri menjadi illah-illah kecil. Akulah kebenaran...aku berhak menghukum karena akulah yang berkuasa...atas ilmuku...atas pengikutku...atas jaringanku...atas pengaruhku...atas simpati-simpati yang telah kuraih..La Haula wala quwwata Illa Billah entah ketlingsut dimana...Seakan dunia ini tanpa kita tidak akan menjadi
benar.

Kita sudah kehilangan pegangan mana hak Allah mana hak mahluk. Kita tidak lagi sholat menghadap Allah. Kita sholat menghadap alam pikiran sendiri. Menyembah tafsir-tafsir, mahzab-mahzab, ideologi-ideologi, prasangka-prasangka, dan pengalaman-pengalaman ruhani yang tak seberapa dibanding Rasulullah yang super tawadhu dan rela hanya bertempat tinggal seluas nggak sampai duapuluh lima meter persegi demi menjaga cintanya yang tak tertandingi kepada Allah.

Kita menabrak-nabrak dengan gemuruh sifat api yang membakar dada. Mengumpulkan argumen-argumen baik dari yang klasik sampai post modern untuk kita muntahkan dihadapan diri sendiri dan kelompok. Kemudian kita kebingungan berjingkat-jingkat menghindari muntahan itu sendiri. Tiap hari kita disibukkan berjingkat dari muntahan sendiri. Karena setiap langkah identik dengan muntah. Suatu saat tiba-tiba kita terhenyak tiada lagi jalan yang bersih dari muntahan kita sendiri. Hidup menjadi terserimpung, tegang dan kaku. Dada kita terbakar oleh api yang kita ciptakan sendiri.

Apa yang Anda bayangkan bila suatu saat sang penuduh sesat dan tertuduh dalam puncak perselisihan bertemu dan berperang. Si penuduh maju tak gentar meneriakkan “Allaahuakbar” si tertuduh membela diri sambil meneriakkan “Allahummaa shalli 'alaa Muhammad” Maka negeri langit pun goncang...Para malaikat bingung dan berlari menuju singgasana Allah. "Ya Rabb ada dua kelompok mahlukMu yang berhadap-hadapan berbunuhan, yang satu mengangungkan namaMu yang lain memuliakan kekasihMu Muhammad. Hamba
mohon petunjuk untuk kelompok mana pahala dan dosa ditimpakan ?..."

Apa tafsiran jawaban kita terhadap jawaban Allah tentang kasus langka ini ? Itu tergantung kita ini menganggap seberapa besar Allah. Apakah hanya besar, agak besar, lumayan besar, pas besarnya sesuai ukuran keinginan kita, atau benar-benar maha besar tak terbatas tanpa “tedheng aling-aling” meliputi segala sesuatu baik yang menyembah maupun yang mengingkarinya. Atau juga seberapa besar cinta shalawat kita kepada rasulullah. Apakah cinta doktrin yang dipaksakan, cinta matre yang minta imbalan, cinta monyet yang mudah putus, cinta playboy yang kerjaannya tebar pesona atau bener-bener cinta tulus yang mengguncangkan dada hingga membuat diri selalu menangis sekaligus berbunga dan menjadi ramah kepada siapa saja yang ditemuinya.

Kalau kita gagal menemukan keMaha Besaran Allah, maka kerdillah diri kita seperti kita mengkerdilkan kekuasaan Allah. Kalau kita gagal mensuri tauladani cinta sang pecinta sejati Muhammad, maka pembencilah diri kita seperti orang yang membenci dan menuduh rasulullah sebagai orang gila berpenyakit ayan karena tidak mencintai benda dan kekuasaan.

Dan jangan-jangan kitalah yang sesat karena tidak dihidayahi Allah untuk membedakan mana benda mana cahaya, mana kata mana makna, mana lambang mana nilai, mana jalan mana tujuan, mana huruf mana kalam, mana api mana cahaya. Jangan-jangan kita ini yang sesat karena selalu dalam alam kegelapan yang hanya berilmukan rabaan prasangka logika dan kesimpulan-kesimpulan perolehan dihadapan manusia. Jangan-jangan orang yang kita tuduh tiba-tiba telah tersesat berada dalam surga karena Allah simpati sebab ia selalu dianiaya dan difitnah mahlukNya yang lain. Bukankah Allah Maha berkehendak ? Bukankah Allah selalu mendengarkan doa orang yang teraniaya ?...

Maka bila engkau ingin mendapat surganya, sesatkanlah...aniayalah diri sendiri dengan memerangi kegelapan hawa nafsu sampai tak tampak mahluk apapun selain aku dan AKU.

Maka tibalah waktunya disetiap pengajian-pengajian, organisasi-organisasi, partai-partai yang mengatasnamakan Islam, mengkaji kembali, menancapkan dalam hati dan fikiran makna-makna dalam surat Al Hujuraat. Memang isi surat ini bagi kondisi sekarang nggak trend, kurang heroik, nggak seru, tidak mencetak gambaran kepahlawanan, melunturkan kesukuan dan melemahkan doktrin aliran. Itu semua tergantung seberapa seriusanya iman kita terhadap Allah dan rasulnya.

Dan hanya diri kita sendiri yang tahu apakah kita sesat dengan mengukur dada ini sempit mudah bergejolak atau telah lapang, selapang padang mahsyar...


Wassalam
0 Comments
Mood: carefull
Catatan: Kiriman dari seorang teman di HMI

Cherry What Dose A Teacher Make? Jul 4th, 2006 10:24:30 pm - Subscribe
The dinner guest were sitting around the table discussing life. One man, a CEO, decided to explain the problem with education. He argued: "What's a kid going to learn from someone who decided his best option in life was to become a teacher?"
(Para Tamu undangan Makan malam duduk disekitar meja untuk menghidupkan diskusi. Seseorang CEO memutuskan untuk menjelaskan tentang masalah dalam pendidikan. Dia bertanya : “Apakah anak2 belajar dari seseorang yang memutuskan bahwa seseorang menjadi guru dalam sebagai pilihan terbaik dalam hidupnya?”.
He reminded the other dinner guests that it's true what they say about teacher: "Those who can, do. Those who can't, teach."
(Dia mengingatkan para undangan Makan malam lainnya untuk mengatakan kebenaran tentang seorang Guru. “Siapa yang bisa melakukannya?, siapa yang tidak bisa mengajar”.
To corroborate, he said to another guest: "You're a teacher, Susan," he said. "Be honest. What do you make?" Susan, who had a reputation of honesty an frankness, replied, "You want to know what I make?" "I make kids work harder than they ever thought they could. I can make a C+ feel like a Congressional Medal of Honor and an A- feel like a slap in the face if the student did not do his or her very best.
Untuk menguatkan argumennya itu, dia berkata pada salah seorang undangan : “Susan, Anda sebagai seorang guru” dia mengatakan “Tolong ungkapkan secara jujur, apa yang Anda lakukan?”.
“Saya membuat anak2 bekerja lebih keras dibandingkan membuat mereka untuk berpikir apa yang mereka inginkan. Saya membuat mereka merasa bangga mendapat C+ dalam kongres Bintang kehormatan dan menampar keberanian merek jika para murid tidak berhasil melakukan yang terbaik”
"I can make kids sit through forty minutes of study hall in absolute silence. I can make parents tremble in fear when I call home.
Saya membuat anak2 dapat duduk tenang selama 40 menit untuk belajar dalam kesunyian yang absolut. Saya bisa membuat para orangtua merasa ketakutan ketika saya menelepon rumah mereka”.
"You want to know what I make?"
“Anda ingin tahu apa yang saya lakukan?”
"I make the kids wonder.
“Saya membuat anak2 sukses
"I make them question.
“Saya membuat mereka bertanya
"I make them criticize.
“Saya membuat mereka Kritis
"I make the apologize and mean it.
“Saya membuat mereka meminta maaf dan membuat mengerti tentang itu
"I make them write.
“Saya membuat mereka menulis
"I make them read, read, read.
“Saya membuat mereka membaca, baca, baca
"I make them spell definitely beautiful, definitely beautiful, and definitely beautiful over and over and over again, until they will never misspell either one of those words again.
“Saya membuat mereka mengeja dengan ejaan yang indah, mengeja dengan indah dan mengeja dengan indah lebih banyak dan banyak dan lebih lagi, sampai mereka tidak akan pernah salah dalam mengucapkan satu huruf pun
"I make them show all their work in math and hide it all on their final drafts in English.
“Saya membuat mereka menunjukkan semua pekerjaan matematikan mereka dan menyembunykan semua itu saat mereka menyelesaikan konsep naskah dalam bahasa Inggris
"I make them understand that if you have the brains, then follow your heart...and if someone ever tries to judge you by what you make, your pay them no attention.
“Saya membuat mereka mengerti jika Kau punya otak, lalu hatimu mengikuti dan jika seseorang pernah mencoba untuk menilai dirimu dari apa yang kamu lakukan, Kau harus membayar mereka dengan tidak memberi perhatian
"You want to know what I make?
“Kau mau tahu apa yang telah Saya Lakukan
"I make difference.
“Saya membuat perbedaan
"Do you?"
“Bisakah Anda?”

(If this essay does not inspire to keep on teaching, maybe you have picked the wrong profession!)
Jika essay ini tidak menginspirasi anda untuk tetap mengajar, mungkin Anda telah salah dalam mengambil profesi!)

2 Comments
Mood: cool
Catatan: Terimakasih Sahabatku, seorang guru, yang dalam usia muda telah berani memutuskan menjadi seseorang yang mampu memunculkan apa yang terbaik dari kami, para murid.

Cherry Tuhan Sembilan Senti Jul 4th, 2006 3:42:20 am - Subscribe
Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil 'ek-'ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al hawwa'i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
0 Comments
Mood: Nice Reading
Catatan: aku juga punya hak untuk menghirup udara bebas

Cherry Mahasiswa, Buku, dan Pulsa Jul 4th, 2006 3:36:04 am - Subscribe
Oleh : Ahmad Tohari

Dalam sebuah penelitian terungkap bahwa kebanyakan mahasiswa lebih mementingkan membeli pulsa HP daripada membeli buku. Fakta ini tidak mengejutkan karena masyarakat sudah tahu suasana umum kehidupan mahasiswa kita. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada kelompok minoritas mahasiswa yang serius dengan studi yang sedang mereka tempuh, kita mengerti lebih banyak mahasiswa yang itu tadi; lebih suka menikmati komunikasi dengan HP daripada membaca dan menambah koleksi bukunya. Bahkan mungkin lebih dari itu, banyak mahasiswa lebih mendahulukan rokok daripada kartu keanggotaan perpustakaan.
Memang saat ini berkomunikasi dengan HP merupakan hal yang sangat umum. HP sudah menjadi kebutuhan standar seorang mahasiswa. Kita juga tahu dalam berkomunikasi dengan HP sebagian di antaranya memang penting. Namun ketika kebutuhan akan pulsa diletakkan di atas kebutuhan akan buku, dan hal ini terjadi di kalangan mahasiswa, rasanya jadi ironis. Sebab selayaknya buku menjadi kebutuhan utama bagi siapa saja yang sedang menuntut ilmu. Tapi mengapa buku telah terdesak ke belakang oleh pulsa? Pertanyaan ini akan mengundang berbagai jawaban. Rupanya buku belum menjadi sahabat para para mahasiswa karena minat baca mereka ternyata masih rendah. Mengapa minat membaca rendah, mungkin mereka belum bercaya bahwa buku mampu mengubah secara evolutif dirinya menjadi orang kaya dalam hal ilmu dan pengetahuan. Juga dalam hal kematangan, baik kematangan intelektual maupun emosional. Bahkan menurut Mochtar Pabottinggi, peneliti utama LIPI beberapa waktu lalu, salah satu sebab ketertinggalan bangsa Indonesia adalah kegagalannya menjadikan buku sebagai sumber inovasi kehidupan. Hal ini terbukti dengan sangat nyata pada bangsa Jepang yang terkenal sangat suka membaca. Kemajuan dan kemakmurannya sulit ditandingi. Bahkan kecerdasan anak-anak Jepang menempati tingkat tertinggi di dunia.
Atau lebih celaka lagi kalau ada mahasiswa beranggapan dirinya bisa menjadi orang pandai (!) hanya dengan membaca secara terpaksa beberapa buku wajib. Namun bila para mahasiswa itu hanya menginginkan gelar sarjana, ya sudah. Mereka tidak sedikit pun celaka. Karena di seluruh wilayah negeri ini bertebaran sarjana dari berbagai jurusan dan mereka hanya membaca sedikit buku dan lebih sedikit lagi menulis. Para sarjana semacam ini diproduksi massal oleh lembaga-lembaga pendidikan gurem yang lebih mengutamakan keuntungan uang daripada mutu sarjana yang mereka hasilkan. Lembaga semacam ini sering menjadi alat bagi kalangan birokrasi yang membutuhkan tenaga asal bergelar sarjana untuk menempati posisi-posisi yang mempersyaratkan gelar, bukan kecakapan maupun keterampilan. Kembali ke masalah mahasiswa, buku dan pulsa. Fakta bahwa banyak mahasiswa lebih mengutamakan pulsa HP daripada buku tentu menjadi hal yang tidak menggembirakan. Namun sebenarnya mereka tidak bisa begitu saja dipersalahkan karena mereka adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat kita. Perilaku mereka adalah produk budaya masyarakat yang melahirkannya.
Mengapa mereka lebih suka pulsa daripada buku juga mencerminkan watak masyarakat kita yang lebih suka terhadap sesuatu yang segera bisa dinikmati daripada hal-hal yang baru membuahkan hasil di masa depan. Ya, pulsa adalah hal yang bisa langsung dinikmati sebagai sarana keasyikan berhaha-hehe, ngerumpi atau pacaran. Sedangkan buku adalah investasi budaya yang baru bisa dinikmati hasilnya kelak, bahkan membacanyapun memerlukan keseriusan yang memakan energi tidak sedikit. Maka umumnya mahasiswa lebih menyukai pulsa daripada buku, suatu hal yang merupakan duplikasi dari watak masyarakat yang melahirkan mereka.
Betapa kita seperti kurang berminat dalam hal berinvestasi kebudayaan terlihat misalnya dalam dunia pendidikan. Amanat UUD agar pendidikan dianggar 20 persen dari APBN hingga kini belum terlaksana meskipun kita sudah merdeka selama lebih dari 60 tahun. Perbukuan sebagai bagian dari amat penting dari upaya memajukan kehidupan bangsa masih begitu menyedihkan. Harganya mahal, pajaknya tinggi, kualitasnya kurang terjaga. Dan tidak seperti di negeri tetanga Malaysia misalnya, kehidupan para penulis buku di Indonesia rata-rata masih sengsara. Di Malaysia karya para penulis buku sangat dihargai oleh pemerintah. Buku-buku itu dibeli dan disebarkan ke masyarakat dengan subsidi sehingga penulisnya bisa hidup layak. Dan karena dibanjiri dengan buku-buku maka masyarakat jadi terbiasa membaca.
Entah kapan kita mampu membangun kondisi di mana buku dibaca karena dipercaya mampu mendatangkan faedah yang besar untuk kemajuan hidup. Entah kapan para mahasiswa kita menjadi pecandu buku karena percaya dengan banyak membaca mereka anak berkembang menjadi orang pandai. Kapan? Jawabnya, kalau masyarakat Indonesia sudah yakin bahwa buku ternyata sudah berhasil membimbing kemajuan dunia. Sayang keyakinan seperti itu hanya ada pada masyarakat yang mau sungguh-sungguh belajar dari sejarah. Dan sejarah kita membuktikan bahwa kita kurang suka membaca buku. Maka kita juga tidak terkejut bila ternyata para mahasiswa kita pun lebih suka pulsa daripada buku.
0 Comments
Mood: Powerfull
Catatan: Bener ga ya Mahasiswa Indonesia kaya gitu?

Cherry I Miss U my Sister, Ana hubbuki Ya Ukhti... Jul 4th, 2006 3:31:21 am - Subscribe
Siang ini, tiba-tiba aku merasa kerinduan yang amat mendalam sama Kak Devy, ya Allah sekarang berapa usia kandungannya??? Allah….. aku mencintai Kak Devy karena MU ya Allah, Plis jaga Kak Devy-ku, selamatkan persalinannya nanti, lancarkan proses kelahirannya, sehatkan ia dan bayinya, Kak Devy, hafshah rindu sama Kakak, rindu sama Tausiyah dari Kakak, rindu pada semangat Juang Kakak yang tak pernah luntur, pada Militansi kakak di setiap medan Da’wah, Ya Allah jadikan lah aku seperti KaK Devy, cantik lahir dan bathin.
Ya Allah, berikanlah kami kesempatan untuk bersama-sama menyaksikan futuh sebagai buah dari perjuangan Kami, Bilakah Futuh itu masih Lama?? Sesungguhnya Engkau telah berjanji Ya Allah bahwa Pertolongan (Futuh) MU amat dekat, aku percaya dan yakin bahwa Engkau adalah Dzat yang tidak akan mengubah janji. Aku kehilangan kata2 setiap kali melukiskan perasaan ku terhadap rekan2 seperjuangan ku, hanya satu yang aku pinta jagalah mereka Ya Allah dalam Din-MU, dan yang aku tahu aku mencintai mereka semua melebihi diriku, Aku telah memposisikan mencintai orang2 mu’min setelah aku Mencintai MU, mecintai Rasul-MU, dan keluarga ku. Allah ku mohonkan pula untuk kebahagiaan Teh Uun yang akan mengharungi hidup bersama Ust. Nurul, berikan mereka kebahagiaan dunia dan akhirat, lancarkan proses munakahatnya, berikan mereka Cinta MU yang tak pernah padam…aku ingin berbahagia ketika aku bisa membuat orang lain berbahagia atau minimal turut merasakan kegembiraannya.
Aku akan mengorbankan diriku ya Robbii, demi kejayaan Hukum-MU, aku akan mengorbankan kepentingan diriku demi kepentingan Saudara-saudaraku se Aqidah.
Rancho, 14 Juni 2006
0 Comments
Mood: rindu serindu-rindunya
Catatan: Ketika aku merasa rindu dengan orang-orang yang aku kasihi………

Cherry Resign again...! again-again Resign! Jun 29th, 2006 9:31:19 pm - Subscribe
Resign lagi... resign lagi... gara2 si Komo lewat..
ups! ya memang hari ini teman ku Endrow memutuskan akan Resign dari kantor kami, setelah melewati hampir 1 tahun kebersamaan di MUC, tentunya banyak kenangan yang telah dilewati dengan semua teman2 di kantor, waktu pas Harry resign dari Kantor ku, aku sedih banget, disusul Adi mereka semua teman2 pekerjaan yang bisa menghibur dan kalau sudah ngomong, kita bisa ketawa terpingkal-pingkal karena ada aja banyolannya. anyway itu sih memang hak preoregatif setiap karyawan, ya dengan alasan, diluar ada yang lebih baik! tul Ga???... aku sendiri berpikir gak akan mungkin kita bisa bertahan selamanya di satu tempat aja, aku sendiri sih sebenarnya berencana Resign tapi juga ga mau kerja di kantoran lagi, yah mungkin usaha kecil2an gitu deh, lebih baik jadi Bos di kaki lima dari pada jadi kuli di Kantoran itu prinsip aku! pas kemarin aku telpon Harry, ternyata tuh anak lagi buka Cafe ck...ck... ck.... (Hebat tounge.gif ) disamping dia udah punya usaha rental yang dia kelola, terus Ady bergerak dengan usaha Situs pajaknya, disamping freelance dibeberapa kantor (setau gue dari teman2 sih) dan yang terakhir... jualan buku pajak! ga nyangka orang kaya dia mau jadi 'sales' juga, he..he..he....
Dan si Endrow juga punya rencana akan bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perbankan dan membuat kartu2 kredit (rekanan), Congrats! ya Ndro!,
dan aku sendiri, lagi coba merintis usaha ATK ke kantor2 rekanan dan usaha beras with My Father, mudah2an aja bisa jadi Siti Khodijah zaman sekarang, Amiiinn!!
0 Comments
Mood: Sedih tapi happy
Catatan: Pengalaman adalah Guru yang berharga

Cherry KENALI WATAK WANITA DARI WARNANYA Jun 29th, 2006 1:57:56 am - Subscribe
Menurut penelitian, wanita dapat dinilai wataknya melalui warna favoritnya. Di sini, disebutkan secara ringkas tentang wanita, warna dan tafsiran perwatakannya.

MERAH
Berani, emosional, tegas tamak, tahan melarat dan suka bersenang-senang.

BIRU
Setia pada pasangan, pandai menyimpan uang, Kuat kemauan, suka berterus-terang, jujur, pemaaf dan tegas.

HIJAU
Subur, suka kepada kebahagiaan, tidak suka gosip atau berbicara, patuh pada pegangan agama, suka berhias, teguh pendirian hingga kadang-kadang seakan kolot.

HITAM
Suka menyendiri, prihatin, kuat menghadapi cobaan hidup, tidak mudah dipengaruhi, kuat berfikir, setia pada pasangan, baik hati tetapi cepat tersinggung.

COKELAT
Keibuan, suka merendah diri, sopan santun, halus budi pekerti, hati mudah merasa was-was dan takut berbuat salah.

UNGU
Pemurah dan merdeka hatinya, tidak suka diperintah, berinisiatif, bijak tetapi agak beremosi, keinginannya tidak meluap-luap.

KELABU
Suka merendah diri, tenang, suka mengalah, suka bekorban, cerdas dan bijak.

KUNING
Menyukai ilmu, gemar membaca, tekun, cerdas dan tabah menghadapi ujian.

PUTIH
Bersih fikirannya (tidak banyak prasangka), berkata benar, jujur,rendah hati, sopan santun, ramah, kuat menerima ilmu, sentiasa tenteram hatinya, suka menolong dan hidup bertawakal.
2 Comments
Mood: Excellent

Cherry "AKU MUJAHIDAH DARI BUMI JIHAD" Jun 28th, 2006 11:23:31 pm - Subscribe
Aku Wanita Mujahidah Sejati...
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah

Tak mungkin ku pilih dirimu..bila dunia lebih kau damba..
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia..
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku..
Bulat tekadku untuk menemanimu..

Aku Wanita mujahidah pilihan..
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an..
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad..
Andai tak siap bisa kau pilih..
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku..
terlebih keluh kesahku..
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu..
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu...

Tak mungkin aku memilihmu...
bila yang fana lebih kau cinta..
Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota..
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana..
Meniti jalan panjang di medan jihad..
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah..
serta debu yang beterbangan,
keringat luka dan kesyahidan pun terulang..
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu..
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu..

Aku wanita dari bumi Jihad..
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad...
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan..
tepiskan semua mimpi yang tak berarti...
Adakah yang siap mendamaikan Hati ??????
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri..
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan..
Yang melepasku dengan selaksa do`a..
meraih syahid.. tujuan utama..
Robbi.. terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu..
Kuharapkan penolong dari hambaMu... menemani perjalanan ini..
0 Comments
Mood: Hamasah wa Ghiroh
Catatan: Catatan harian seorang Mujahidah

Cherry And U Calling Me Coloured? Jun 28th, 2006 9:10:21 pm - Subscribe
This poem was nominated poem of 2005 for the best poem, written by an African kid!!!

When I born, I Black
When I grow up, I Black
When I go in Sun, I Black,
When I cold, I Black,
When I scared, I Black,
When I sick, I Black,
And when I die, I still black..
And you White fella,
When you born, you Pink,
When you grow up, you White,
When you go in Sun, you Red,
When you cold, you Blue,
When you scared, you Yellow,
When you sick, you Green,
And when you die, you Gray..
And you calling me Colored ??
cool.gif happy.gif
4 Comments
Mood: successful

Cherry Memorabilia Bersama Ayah -1 (Disebabkan oleh Cinta) Jun 28th, 2006 3:08:02 am - Subscribe
Memang benar kata pepatah Cinta Orang tua sepanjang masa, cinta anak sepanjang galah, buktinya sampai saat ini (20 Tahun) kemanapun aku pergi Ayah selalu mengawalku, bahasa simplenya Jadi “My Bodyguard”, bukan aku yang mau begitu, tapi memang rasa tanggung jawab Ayah yang begitu besar padaku sehingga diusianya yang senja beliau masih rela mengantar dan menjemputku pakai motor, dari rumah ke kantor, dari kantor ke kampus, dari kampus sampai pulang lagi ke rumah. Aku tinggal duduk ‘manis’ saja di atasnya, bagaikan sang Ratu aku dibuatnya.

Kalau aku Tanya alasannya, kenapa ayah selalu mengawal ku kemanapun aku pergi, Maka ayah selalu menjawab “Disebabkan oleh cinta”, disamping itu memang dengan alasan yang Syar’I, wanita pulang malam sendirian, akan berdampak negatif baik bagi dirinya maupun lingkungan sekitar, Subhanallah! beliau sampai memikirkan sejauh itu.

Bukan nya sepi tanpa komentar jika kemudian banyak opini publik mampir ditelinga kami, sampai-sampai Dosenku merasa kagum dengan beliau dan bertanya padaku, “Rat, kok Ayahmu setia banget, antar jemput kamu tiap hari, padahal usianya sudah lumayan ‘sepuh’ ya, tapi kok staminanya OK?” aku hanya tersenyum mendengar komentarnya, namun ku jawab juga dengan gaya humor ku yang Khas “ Khan ‘ATM’ Pak…!”. “ATM? Apa itu” Tanya dosen ku dengan serius, “Ayah Tapi Mesra…….” Gantian dia yang nyengir mendengar ocehanku…, atau di kantor ku, Ayah ku sudah akrab dengan teman-teman sejawatku, sampai dijuluki “Penjemput Setia Sang Ratu” he..he..he… Tapi ada satu kejadian lucu yang masih aku ingat, suatu malam ketika pulang menjemputku dari kampus, Kami putuskan untuk makan malam di Warteg Langganan kami, lumayan Enak dan murah. Ketika selesai makan, aku menanyakan kepada pelayan, berapa harga yang harus dibayar, lantas dia menjawab “Mbak, Mas-nya (Ayahku) makan pakai apa saja?” mendengar hal ini aku langsung ketawa-ketiwi sendiri, Olala, dia mengira aku istri muda Ayahku!!! kami segera membayar dan langsung pamit dari Warteg sambil tertawa berdua, Ah memang mesra….

Penulis : Ratu Karitasurya
1 Comments
Mood: cute