|
biarkan malam melukis wajahmu pada kanvas sunyi, membiarkan setiap helai rambutmu tergerai ditiup angin sepi yang menarinari di atas puncak rasa rindu yang senyap, melebihi kuburan tua. sedang tinta kelam masih saja mencabik cabik seluruh rasa cintamu pada hujan. menggapai kerinduan yang mendalam. biarkan aku mencumbumu malam ini saja! sebab, sunyi terus saja melukis wajahmu pada kanvas batinku. biarkan!
|